logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Desember 2005 NASIONAL
Line

Keluarga Menuntut Keadilan


Nurosin - SM/Wawan Hudiyanto

KABAR kematian Mohammad Khojin (50), warga RT 1 RW 4 Desa Kalimati, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes sempat menggemparkan seluruh keluarga dan tetangga sekitar korban. Pasalnya, pria yang sehari-hari penjual nasi goreng di Cikampek, Jabar itu, ditemukan tewas dengan luka tembakan di bagian punggung hingga tembus dada. Korban saat itu ditemukan tergeletak di tepi Sungai Kaligangsa yang memisahkan antara Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Menurut penuturan Nurosin, yang merupakan paman korban, sebelum kejadian sekitar pukul 11.00, korban berpamitan kepada keluarganya untuk pergi membeli bekatul di Pasar Jatibarang, Brebes. Saat itu, dia mengendarai sepeda motor sendirian. Setelah itu, korban pergi ke rumah temannya di Desa Tembelang, Kecamatan Jatibarang. Bersama temannya, korban pergi menonton judi sabung ayam.

Adanya kabar duka itu, mengakibatkan keluarga yang terdiri atas istri dan lima orang anaknya kaget. Bahkan, menurut Nurosin, hingga malam hari mereka belum sadarkan diri. Keluarga menilai, kematian korban tidak wajar. Karena itu, mereka memutuskan untuk mengecek kondisi jenazah ke RSUD dokter Soeselo, Slawi. Mereka datang ke rumah sakit itu bersama keluarga besar sebanyak lima orang dengan mengendarai mobil.

Nurosin, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD II Kabupaten Brebes itu mengatakan, untuk memastikan penyebab kematian korban, keluarga mengizinkan jenazah untuk diautopsi. Selain itu, mereka juga menuntut agar polisi mencari pelaku penembakan dan memproses sesuai hukum yang berlaku. Rencananya, setelah jenazah korban diautopsi akan segera dikebumikan di desa asal. "Kami tidak keberatan jenazah diautopsi, agar kami bisa mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya," tuturnya.

Sementara itu, menurut salah seorang sepupu korban yakni Nuridin (50), korban yang ditemukan tewas di dekat lokasi judi sabung ayam sangat mengagetkan. Sebab, selama ini selain diketahui tidak memelihara ayam, keluarga juga tidak pernah melihat korban terlibat perjudian sabung ayam. "Dia hanya seorang penjual nasi goreng yang jarang pulang ke rumah," ujarnya.

Meski dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban, namun mereka menuntut agar kasus tersebut tetap diusut hingga tuntas. (Wawan Hudiyanto, Riyono Toepra-29v)


HexWeb XT DEMO from HexMac International

Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA