logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Desember 2005 SEMARANG
Line

Reklamasi Dikhawatirkan Abaikan Lingkungan

SEMARANG - Guru Besar Manajemen Lingkungan Prof Sudharto P Hadi MES PhD menilai, reklamasi pantai di Indonesia salah kaprah karena hanya sukses dari sisi bisnis namun gagal dalam memelihara keseimbangan lingkungan.

Akibatnya, timbul bencana di kawasan sekitar reklamasi. Pakar lingkungan itu mengkhawatirkan hal tersebut. ''Memang salah kaprah karena hanya melihat satu sisi, yaitu kepentingan ekonomi semata. Padahal implikasi reklamasi pantai amat luas dibandingkan keuntungan (ekonomi-Red) sesaat,'' ujarnya di Gedung Rektorat Undip Pleburan, Kamis (22/12).

Di Indonesia, lanjut dia, tidak ada reklamasi pantai yang sukses. Sebab, prosesnya hanya didasarkan pada pertimbangan ekonomi bisnis sedangkan faktor lingkungan lebih banyak diwacanakan.

Mantan Deputi Menteri Lingkungan Hidup itu mengemukakan, reklamasi Pantai Indah Kapuk Jakarta misalnya, menyebabkan banjir pada sebagian jalur jalan tol Cengkareng-Jakarta. Begitu pula reklamasi di Semarang, mengakibatkan penderitaan bagi nelayan dan warga sekitar. ''Belum lagi kerusakan tempat pemijahan biota laut dan kawasan penangkapan ikan. Inilah yang menjadikan reklamasi di Indonesia tidak ada yang beres. Sepanjang reklamasi hanya melihat dari satu perspektif bisnis, manusia dalam jumlah lebih banyak selalu menjadi korban,'' papar Pembantu Rektor Bidang Akademik Undip itu.

Dia menekankan, agar reklamasi dihentikan karena dalam jangka panjang kegiatan itu akan menyisakan masalah lingkungan yang lebih serius.

Singapura, ujar dia, bukan contoh sukses reklamasi. Pada tahap perluasan, lahan baru tersebut merusak ekosistem negara tetangga dengan pengambilan pasir besar-besaran dari Kepulauan Riau.

Harus Dikelola

Kepala Sub-Bidang Pengambangan Kawasan Bappeda Kota Semarang Ir M Farchan menegaskan, reklamasi pantai harus direncanakan dengan cermat dan dikelola dengan baik agar lingkungan tidak rusak. Hasil kunjungan tim teknis reklamasi Pantai Marina ke Jakarta pekan lalu menunjukkan, reklamasi harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Dia mencontohkan, penanaman bakau di Pantai Indah Kapuk cukup berhasil sehingga memperoleh penghargaan. Di sana, 50% lahan pantai dapat dinikmati publik dengan gratis.

''Agar menuai hasil yang baik, kaidah-kaidah teknis harus ditaati. Karena itu, perlu kajian mendalam sebelum pelaksanaan reklamasi,'' ujarnya.

Menurut pandangan Farchan, reklamasi menjadi kebutuhan yang tak terelakkan ketika pembukaan lahan di daerah hulu sangat dibatasi. Pembatasan itu dilakukan agar daerah resapan air tidak dikonversi jadi lahan permukiman. (H7,H5-44j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA