| Kamis, 22 Desember 2005 | PANTURA |
Klub Sepeda Antik Setiap Minggu Tempuh 20 KmMATAHARI pagi itu belum memancarkan sinarnya. Cuaca agak sedikit mendung, setelah semalaman diguyur hujan. Di tengah cuaca yang redup, seorang lelaki berusia di atas 60 tahun tampak begitu gesit menggenjot pedal sepeda. Dari satu rumah ke rumah yang lain di sebuah kompleks perumahan, dia memberi sandi dengan membunyikan bel sepeda. Kring kring...berkali-kali. ''Ayo kita berangkat,'' teriak Syafi'i, mengajak rekan-rekannya untuk berolahraga naik sepeda tua. Syafi'i adalah satu di antara ratusan penggemar sepeda antik yang bergabung dalam Paguyuban Sepeda Antik Indonesia (Pasti) Kabupaten Brebes. Mereka, setiap Minggu pagi mempunyai agenda khusus berkeliling kota secara berombongan. Jumlah personel yang bergabung, ada kalanya mencapai 80 orang, termasuk di dalamnya Bupati Brebes, Indra Kusuma. Ke mana saja rute yang ditempuh para penggemar sepeda itu? Ternyata lumayan jauh. Sekali kayuh, mereka minimal menempuh perjalanan sampai 20 km. Bahkan, pernah menempuh perjalanan sampai 48 km. ''Teman-teman memang sudah terbiasa menggenjot sepeda. Jadi, jauh pun nggak masalah,'' tutur Ketua Pasti, H Rismono Prawiro SH. Bagi personel Pasti, kegiatan itu merupakan olahraga yang murah dan ajang silaturahmi. Keterlibatan para pejabat, sekaligus untuk mengampanyekan hemat energi. Sebab, dari kegiatan tersebut, Bupati mengimbau jajarannya agar pada setiap Jumat pergi ke kantor dengan naik sepeda. Anjuran tersebut, mendapat respons positif dari para karyawan. Bedanya, kalau anggota Pasti seluruhnya menggunakan sepeda tua keluaran di bawah 1950- an, karyawan memakai sepeda biasa. Ada sepeda jengki, ada pula sepeda gunung. Mereka menggunakan kostum kaus seragam. Saat ini, tiap anggota paling sedikit mempunyai tiga kaus seragam. Berubah Dalam setiap agenda, jalan yang disusuri setiap minggunya berubah-ubah, supaya tidak membosankan, dan lebih sering melewati jalan-jalan desa. Menurut Rismono, keikutsertaan bupati dalam keanggotaan Pasti yang setiap minggu tak pernah absen itu sangat diperlukan untuk mengetahui situasi yang sebenarnya di desa-desa. Paling tidak, apabila mengetahui ada jalan desa yang rusak, ke depan bisa dipikirkan untuk segera mendapat penanganan. Sebagai warga Brebes, organisasi itu berkepentingan agar pembangunan di daerahnya maju. Tidak sekadar dikenal sebagai kabupaten pemilik jalan rusak terpanjang. Bak gayung bersambut, keinginan punya jalan bagus dengan cepat direspons. Melalui APBD 2006, bupati mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan-jalan yang brusak. Memang ada satu kenikmatan tersendiri dalam bersepeda. Selain tubuh menjadi sehat, mereka bisa kumpul makan bersama-sama di tempat yang sudah ditentukan sesuai dengan rute perjalanan. Biaya makan diambil dari iuran anggota; setiap orang satu bulan Rp 20.000 untuk empat kali perjalanan. ''Kalau suatu saat ada yang mentraktir makanan, maka kas organisasi akan bertambah,'' ujar Rismono. Berkaitan dengan peringatan hari raya Idul Kurban, anggota Pasti menyiapkan kambing kurban. Sedianya kamping itu akan disampaikan secara simbolis kepada kepala desa, sekalian pada saat melakukan perjalanan keliling. ''Bupati sudah menyiapkan satu kambing, anggota lain juga sudah siap, termasuk dari anggota yang menghimpun iuran sendiri,'' tambahnya.(Wahidin Soedja-52a) |