logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Desember 2005 PANTURA
Line

Pebatan-Rengaspendawa Rusak Parah

BREBES- Kondisi jalan Pebatan-Rengaspendawa saat ini dikeluhkan masyarakat dan para pengemudi angkutan desa (angkudes). Sebab, jalan yang menghubungan antara Kota Brebes dan ibu kota Kecamatan Larangan itu rusak parah. Di beberapa ruas terdapat lubang besar penuh kubangan air, yang sangat membahayakan pemakai jalan.

Kerusakan jalan vital tersebut sudah berlangsung beberapa bulan. Meski pihak Pemkab Brebes beberapa kali berusaha melakukan perbaikan, namun tak lama kemudian rusak lagi.

Kerusakan saat ini hampir merata di semua ruas seperti yang terjadi di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari dan memasuki wilayah Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan.

Beberapa pemakai jalan mengaku sangat terganggu atas kerusakan jalan tersebut. Mereka terpaksa harus mencari sisi jalan yang masih bagus, karena apabila tidak waspada dapat terjerembab lubang besar yang keberadaanya tak beraturan.

Terlebih lagi jika sehabis hujan, badan jalan yang berlubang itu penuh air, sehingga kondisi demikian sangat menggangu. "Harus hati-hati, sebab kalau tidak dapat terjatuh karena terjerembab lubang," ujar Rosikhin (45), warga Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari.

Tujuh Kilometer

Menurutnya, jalan dengan panjang sekitar tujuh kilometer, sebelumnya mulus. Namun, kini kondisinya rusak parah. Diperkirakan kerusakan karena kondisi tanahnya labil dan selalu dilewati kendaraan bermuatan berat, sehingga mengakibatkan aspal rusak dan terjadi banyak kubangan.

Kondisi itu juga dikeluhkan sejumlah pengemudi angkudes Pebatan - Rengaspendawa. Menurut salah seorang pengemudi, sebagian besar kerusakan disebabkan faktor kelebihan muatan (tonase) kendaraan yang melewati jalan tersebut.

"Ketika musim panen tiba banyak kendaraan hilir mudik untuk mengangkut bawang maupun padi, sehingga mengakibatkan aspal cepat rusak," katanya.

Dia mengemukakan, kerusakan meliputi aspal mengelupas, jalan berlubang, dan jalan bergelombang. Akibatnya arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut tidak lancar, dan menyebabkan arus kegiatan ekonomi masyarakat terhambat.

"Karena jalan rusak, waktu perjalanan bertambah lama dan sering menimbulkan kerusakan pada mobil," ujarnya.(H17-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA