| Kamis, 22 Desember 2005 | PANTURA |
Untuk Ibu dari Pelajar TeladanOh Bunda ada dan tiada Dirimu kan selalu ada di dalam hatiku REFRAIN lagu berjudul Bunda karya Melly Goeslaw disenandungkan oleh Yuanissa Aisanafi (13) dengan segenap perasaan. Pelajar teladan SMP 2005 Kota Tegal itu menyanyi penggalan lagu tersebut sembari mengingatkan, Hari ini (Rabu 22 Desember 2005) adalah Hari Ibu. Hari mulia itu dimana-mana memang terkesan tidak dirayakan secara besar-besaran. Juga luput dari pesta pora. Namun, bagi siswi SMP Negeri 7 Kota Tegal itu hari ini sungguh memiliki banyak arti. Ibundanya, Sismiyati SSI SKom, di tengah kesibukannya mengajar di SMP Negeri 5, dia selalu menyempatkan diri untuk membimbing Ais, panggilan akrab Yuanissa Aisanafi, di segala bidang. "Terus terang, setelah pulang sekolah tak melihat ibu rasanya seperti kehilangan banyak arti," ujarnya. Ais percaya, peranan ibu sangat besar. Selain mengurusi dan mendidik dia dan dua adiknya, di sekolahan ibunya juga sibuk setengah mati. Malam hari, ibunya sibuk menyusun program pelajaran untuk anak didiknya. Terkadang, di saat anggota keluarga sudah lelap tidur, ibunya masih berkutat dengan pekerjaan menilai hasil kerja murid. Namun, di tengah kesibukannya pada malam hari, sesekali dia melongok ke kamar, apakah dia dan dua adiknya diganggu nyamuk. "Pendek kata, tidak ada satupun di dunia ini yang semulia hati ibu," katanya. Satu Matahari Lebih dari itu meskipun ibunya ikut andil dalam menyokong kebutuhan rumah tangga, namun di rumahnya tetap ada satu matahari, yakni ayahandanya. Hingga sebesar itu dia belum bisa memberi balasan setimpal buat ibu. Namun dari lubuk hatinya tulus berjanji, berupaya maksimal membalasnya. Untuk itu sejak dari sekolah dasar, dia berupaya menabung prestasi untuk membalas budi asih ibu dengan memberi banyak penghargaan. Kado yang sudah diberikan misalnya trofi juara I dan II lomba nyanyi se-Jateng, lomba nyanyi di Purwokerto, beberapa kali merebut juara I lomba nyanyi di Kota Tegal, lomba tartil se-Kota Tegal, lomba macapat se-Wilayah Pekalongan. Belum lama ini, dia juga meraih juara I lomba pidato tingkat SMP se-Kota Tegal. Diakui, semua prestasi yang berhasil dia raih itu bukan hanya karena binaan ibu semata. Ayahnya, Drs Yusqon MPd juga ikut berperanserta. Tanpa membeda-bedakan siapa yang paling berperan, dia dengan tulus mengakui ibunya yang layak mendapat bintang. "Selamat memperingati harimu Ibu." Di Hari Ibu ini, dia berusaha membebaskan ibunya dari segala pekerjaan. Namun, untuk menyediakan makan dia tak bisa berbuat banyak, karena belum bisa memasak. Kalau dipaksakan dia khawatir hasilnya malah tidak mengundang selera makan ibunya. Sebagai penggantinya, dia dan sang ayah akan menyediakan semua kebutuhan dengan membeli di warung makan.(Nuryanto Aji-19) |