logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Desember 2005 NASIONAL
Line

Jateng Minta Fasilitas di Blok Cepu Dibangun

SEMARANG- Pemprov Jawa Tengah meminta Pemerintah Pusat untuk segera membenahi dan membangun sejumlah fasilitas di Cepu, Kabupaten Blora. Direncanakan eksplorasi minyak dan gas di Blok Cepu akan dilakukan tahun 2008, karena itu pada 2006 ini harus sudah dimulai tindakan-tindakan yang terkait dengan pengusahaan fasilitas di blok tersebut. Beberapa fasilitas itu, antara lain, eksplorer dan jalan fasilitas angkutan penerbangan.

Demikian disampaikan Gubernur Mardiyanto, Rabu (21/ 12), di Semarang, seusai membuka Musyawarah Provinsi Ke-9 Apindo Jateng di Hotel Patra. Desakan itu, kata Gubernur, disambut positif oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan di Surabaya, Selasa (20/12) malam. Hadir pula dalam pertemuan itu, Menteri Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dan Gubernur Jatim Imam Oetomo, serta instansi terkait.

Dalam pertemuan itu Mardiyanto juga mengatakan, karena sudah jelas kandungan migas di Blok Cepu akan lebih tinggi di Jatim lantaran kondisi alam seperti itu, maka Pemprov Jateng meminta dilakukan perimbangan-perimbangan infrastruktur di Cepu juga dikembangkan.

''Presiden memahami hal itu, Menteri ESDM juga menyampaikan fasilitas di Cepu akan mendapat pengembangan. Karena itu, harapan saya rakyat Jateng ikut menyukseskan, sebab hal ini sebuah peluang,'' tutur Mardiyanto.

Dalam pertemuan itu juga ditegaskan, dalam waktu dekat antara Pemprov Jateng dan Jatim akan membuat konsorsium untuk menangani masalah 10% dari participating interest yang menjadi hak pemerintah daerah.

''Kemudian setelah masing-masing daerah siap, kalau nanti 10% itu diluncurkan berarti ada sharing capital sekitar Rp 2,5 triliun yang harus diangkat oleh Provinsi Jateng, Jatim, Kabupaten Blora dan Bojonegoro. Soal ini Jateng siap,'' tutur dia.

Satu Kelompok

Pada prinsipnya, ungkap Gubernur, pemerintah daerah (Jateng, Jatim, Kabupaten Blora, dan Bojonegoro) berada dalam satu kelompok. Kelompok lain adalah Exxon dan Pertamina yang masing-masing sharing capitalnya 45%.

Namun, karena dalam kelompok pemerintah daerah itu wilayahnya memiliki kandungan dan proyeksi minyak yang berbeda, berapa persentase hasil yang akan diterima masing-masing daerah, dalam waktu dekat akan ditentukan oleh Pusat. ''Jateng dan Jatim siap untuk menerimanya,'' ungkap dia.(G17-29t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA