logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Desember 2005 NASIONAL
Line

Protes UMK, Buruh Bakar Ban Bekas

BANDUNG - Para buruh yang tergabung dalam Aliansi Peduli Upah 2006 dari Kota Cimahi menari-nari mengelilingi api yang menjilat-jilat dari ban bekas yang mereka bakar. Pada saat itu mereka menunggu keputusan besaran nilai upah minimum kota yang mereka tuntut, Rabu siang, di depan Gedung Sate Bandung.

Mereka menari-nari untuk sekadar menghilangkan kepenatan atas perjuangan yang telah mereka jalani selama tiga hari. Beberapa buruh bahkan menginap di kawasan tersebut dan kembali bergabung saat aksi unjuk rasa kembali digelar.

"Kita ingin pihak-pihak yang terkait dengan pengambil keputusan agar hadir di sini," teriak pengunjuk rasa dari mobil komando yang disambut tepuk tangan rekan-rekannya.

Tuntutan mereka belum berubah yakni nilai rekomendasi UMK sebesar Rp 715.000 dapat diubah ke angka Rp 819.487. Mereka meminta Gubernur Jabar menggunakan hak prerogatifnya.

Tapi balasan Gubernur Jabar melalui surat yang ditandatangani wakilnya, Numan A Hakim, bernomor 561/4305/Bangsos kemarin, pihak Pemprov Jabar menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kembali ke Wali Kota Cimahi.

"Agar saudara (Wali Kota Cimahi) mendalami dan mengkaji aspirasi yang disampaikan Aliansi Peduli Upah Cimahi dan menyampaikan hasil kajian tersebut kepada kami dalam waktu yang tidak terlalu lama (sebelum diberlakukan upah minimum 2006)", kata Numan dalam suratnya.

Setelah menerima surat tersebut, buruh pun dengan menggunakan sepeda motor berbondong-bondong menuju Balaikota Cimahi. Namun sesampainya di sana, belum ada kepastian soal tuntutan tersebut. Kabarnya, keputusan soal UMK baru diputuskan dua hari kemudian.(dwi-41v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA