Nasional
Kamis, 22 Desember 2005 : 23.45 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sutrisno Bachir Pastikan Recall Djoko Edhi
Surabaya, CyberNews. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Sutrisno Bachir memastikan bakal me-recall terhadap anggota DPR RI Fraksi PAN dari daerah pemilihan Jawa Timur X Djoko Edhi S Abdurrachman karena dinilai melanggar garis perjuangan partai.

"Sebagaimana pernah dijelaskan oleh Sekjen PAN, intinya memang ada sanksi terhadap Djoko Edi, namun masih perlu mekanisme, kita tunggu saja," ujar Bachir didampingi Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan di sela-sela pelantikan pengurus DPW PAN Jatim (2005-2008) dan Rapat Paripurna Wilayah di Surabaya, Kamis (22/12).

Mekanisme yang harus dilakukan untuk melakukan recall, ujar Bachir, Fraksi PAN DPR RI harus mengajukan usul kepada DPP PAN. Selanjutnya DPP melakukan pemprosesan dalam rapat pleno setelah sebelumnya memberikan kesempatan kepada Djoko Edhi untuk melakukan klarifikasi atas perbuatannya.

Calon pengganti Djoko Edi akan diberikan kepada nomor urut berikutnya dari daerah pemilihan Jatim X yang meliputi wilayah Pulau Madura. Namun ketika ditanya siapa nama penggantinya, Sutrisno enggan menyebutkan. Menurut informasi dari sejumlah pengurus PAN, calon pengganti Djoko Edhi adalah Dra Nurhaidah, mantan anggota DPRD Jatim.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen DPP PAN, Zulkifli Hasan mengatakan, recall terhadap Djoko Edi karena yang bersangkutan telah melanggar garis perjuangan partai. "Kami telah menolak segala hal yang berbau judi baik yang legal maupun transparan secara tegas," ujar anggota Komisi III DPR RI ini.

Zulkifli mengaku pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Djoko Edhi karena yang bersangkutan sudah pulang dari Mesir. "Kami sudah mengadakan pertemuan dan Djoko menyatakan minta maaf kepada DPP PAN serta minta diberi kesempatan satu kali lagi. Dia nanti bisa melakukan pembelaan saat rapat pleno pada Januari mendatang," ucapnya.

Djoko Edhi terancam di-recall karena telah menyalahgunakan izin mengikuti kunjungan BURT ke Mesir. Dalam kunjungan itu tidak ada agenda studi banding tentang perjudian, namun Djoko memberikan pernyataan adanya rencana tersebut.

( ant/cn05 )
  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission