| Kamis, 22 Desember 2005 | MURIA |
Pembukaan Jembatan Ngantru Terhalang Hari Jumat WagePATI - Pertimbangan dan perhitungan tentang "hari baik" untuk memulai suatu kegiatan, ternyata masih melekat pada khalayak masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah. Demikian pula bagi sebagian besar wong Pati, Jumat Wage merupakan pantangan berdasarkan cerita Tutur Tinular, yakni bisa menimbulkan kesialan. Terlepas sejauh mana kebenarannya, menurut Yang Menjalankan Tugas (YMT) Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Kabupaten Pati H Yuswanto ST, dia harus kompromi terhadap pemahaman seperti itu. Padahal, Jumat Wage (23/12) besok, Jembatan Ngantru di jalur Pati-Gabus seharusnya sudah bisa dibuka untuk umum. Sebab, pada hari itu umur beton cor badan jembatan sudah memenuhi standar teknis tingkat kekeringan minimal, yaitu tiga minggu (21 hari). Dengan demikian, dari sisi perhitungan konstruksi sudah bisa dilewati kendaraan dengan beban maksimal. Akan tetapi, ada beberapa pihak yang menyarankan jembatan jangan dibuka untuk umum pada Jumat Wage. Karena itu, dia tak bisa menolak saran dan permintaan tersebut sehingga rencana pembukaan jembatan terpaksa ditunda. Meski demikian, pihaknya tak bisa terlalu lama menunda. Apalagi para pengguna jalan, khususnya yang menggunakan roda empat, termasuk para sopir angkutan penumpang umum jurusan Pati - Gabus - Tambakromo dan Pati-Gabus - Winong sudah menginginkan jembatan dibuka. Karena itu, penundaan satu hari berkaitan dengan hitungan "hari baik" mohon dimaklumi. "Sabtu (24/12), jembatan sudah kami buka untuk umum." Yuswanto juga menegaskan, secara formal pemanfaatan fasilitas publik itu tidak akan diduhului dengan acara seremonial. Maksudnya, pembukaan jembatan yang baru selesai dibangun untuk umum tidak perlu menunggu acara peresmian karena acara itu memang harus ditiadakan. Selain pemborosan, peresmian sudah tidak layak lagi sehingga cukup dengan penyerahan proyek dari rekanan kepada pengguna anggaran. Apalagi, bila menyangkut masalah proyek, hal utama yang harus mendapat perhatian adalah soal kualitas, bukan kemeriahan acara peresmian. Menyangkut kualitas, jembatan itu bernilai B. Sementara untuk nilai kinerja rekanan, masih menunggu hasil Tim Rapor yang selama ini melakukan penilaian proyek-proyek fisik di Kabupaten Pati. Memang benar, dalam melaksanakan pekerjaan proyek jembatan, rekanan sempat minta perpanjangan waktu karena terjadi keterlambatan pengerjaan konstruksi besi untuk beton cor badan jembatan. (ad-15m) |