| Kamis, 22 Desember 2005 | MURIA |
Dana SLT Disarankan untuk Pengobatan GratisPATI - Sumbangan langsung tunai (SLT) kompensasi pengurangan subsidi BBM untuk keluarga miskin (gakin) dimohon dialihkan untuk bantuan biaya pengobatan gratis. Sebab jika diberikan dalam bentuk uang tunai, akan menimbulkan kerawanan sosial. Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Pati Drs H Kotot Kusmanto kepada anggota DPR RI Dra Harini dan anggota DPRD Jateng Soejatno SH serta Drs Minardi, Rabu (21/12). Para wakil rakyat dari Partai Golkar itu dalam masa reses bertemu dan menyerap aspirasi dari pengurus Partai Golkar. Di Pati, jumlah dana SLT yang disalurkan pada tahap pertama, kata Kotot Kusmanto, kurang lebih Rp 3 miliar. Untuk menghindari permasalahan pada penyaluran tahap berikutnya, Kusmanto berharap ada pemikiran tentang jalan pemecahan. Oleh karena itu, dia berpendapat lebih tepat bila dana tersebut dialihkan dalam bentuk pemberian pengobatan gratis di puskesmas dan rumah sakit (RS) kelas III bagi gakin. Pertimbangannya, meskipun gakin sudah mendapatkan pelayanan jaring pengaman kesehatan yang dikelola PT Askes, hal itu belum optimal sehingga manfaat SLT akan benar-benar mencapai sasaran bila dialihkan untuk pemberian pengobatan gratis. Di samping itu, sesuai dengan jumlah warga miskin yang ada di tiap desa/kelurahan, bila jumlah alokasi biaya pengobatan gratis sudah ditetapkan dan masih tersisa, hal itu bisa diwujudkan dalam bentuk perbaikan jalan dan saluran. Pelaksanaannya bisa diwujudkan dalam bentuk proyek padat karya. Dari alternatif pengalihan penyaluran SLT tersebut, bisa dipilih salah satu. Untuk membiayai pengobatan gratis atau melaksanakan proyek padat karya. Tetapi, yang menjadi sasaran harus warga miskin. Melalui cara itu, masyarakat yang mampu tidak akan ikut-ikutan menaftar sebagai warga miskin. Anggota Komisi D DPRD Pati, Mulyanto SH, mengusulkan agar pemerintah bisa kembali menghidupkan lumbung desa. Hal itu untuk menampung hasil panen padi petani pada saat panen raya. Hal itu dimaksudkan agar harga jual gabah tidak dipermainkan tengkulak. (ad-54n) |