logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Desember 2005 MURIA
Line

Ratusan Siswa MAN 2 Datangi Mapolsek

  • Lapor Ditempeleng dan Dijemur Kasek

KUDUS - Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus, pada Rabu (21/12) sekitar pukul 11:00 mendatangi Mapolsek Kaliwungu.

Kedatangan mereka yang bergabung dalam Forum Peduli MAN 2 Kudus itu, dipicu oleh kasus penempelengan dan penjemuran salah seorang siswa oleh Kepala Sekolah (Kasek), Drs H Chamdiq ZU.

Keterangan yang dihimpun Suara Merdeka mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan November 2005. Korbannya Muhammad Jamal (17), siswa kelas II IPS. Putra kedelapan H Rohmad (50), warga RT 3 RW 8, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, itu mengaku ditempeleng sekali di pipi kirinya oleh kasek tanpa alasan yang jelas.

Jamal mengaku, saat itu dirinya sedang sakit karena limpanya mengalami pembengkakan. Namun dia memaksakan diri untuk mengikuti upacara bendera di sekolahnya.

Mengingat kondisinya seperti itu, dia terlihat lemah dan tak dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik. "Usai upacara, saya disuruh menghadap ke bagian BP (Bimbingan dan Penyuluhan) oleh salah seorang anggota BP," ujarnya.

Saat berjalan dari lapangan menuju ruang BP itulah, dia bertemu dengan Chamdiq. Tiba-tiba, Chamdiq bertanya kepada korban: "Akan ke mana?". Setelah menjawab akan ke ruang BP, dia justru ditempeleng sekali di bagian pipi kirinya. "Saya nggak tahu, mengapa harus diperlakukan seperti itu," katanya.

Setelah itu, dirinya disuruh berjemur sendirian di lapangan sekolah selama sekitar dua setengah jam, mulai pukul 07:30 sampai pukul 10:00. Padahal, kondisinya ketika itu masih lemah.

Sesaat setelah menerima perlakuan itu, korban memaksakan diri untuk masuk ke kelas. Selama beberapa hari, baik korban maupun keluarganya tak mengambil sikap.

Mengapa? "Sebab, saya pikirkan untung ruginya. Saya harus berpikir dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk melaporkan kasus itu," kata Rohmad.

Namun, mengingat beberapa kali ada desakan dari teman-teman anaknya, maka kasus tersebut Rabu (21/12) baru dilaporkan ke Mapolsek Kaliwungu.

Sejumlah siswa datang ke Mapolsek dari sekolahannya yang berjarak sekitar satu kilometer. Dengan mengenakan seragam sekolah coklat tua dan coklat muda, para pelajar didampingi seorang guru, mengendarai beberapa motor dan mobil angkutan umum.

Kapolsek Kaliwungu, AKP M Bagus, menyatakan segera menindaklanjuti kasus tersebut. Meskipun pihak yang dilaporkan kini sedang menunaikan ibadah haji, bukan berarti kasus itu akan dihentikan. (H8-54a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA