logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Desember 2005 MURIA
Line

Dinobatkan sebagai Tokoh Pemersatu

PRIA yang satu ini tentu tidak asing bagi masyarakat Kudus. Ia adalah Haji Nawawi Rusydi, Direktur Pabrik Rokok (PR) Jambu Bol yang juga Ketua Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK). Belum lama ini, oleh Bupati Kudus Ir HM Tamzil MT, dia "dinobatkan" sebagai tokoh pemersatu bagi masyarakat Kudus.

"Penobatannya" berlangsung bersamaan dengan peringatan hari ulang tahunnya yang ke-76, belum lama ini, di lapangan tenis PR Jambu Bol, yang malam itu disulap sedemikian rupa sehingga suasananya tampak seperti dalam ruangan hotel berbintang.

Penobatan Nawawi sebagai tokoh pemersatu masyarakat Kudus itu dilakukan HM Tamzil lewat sebuah puisi. "Ketika dunia ini ada, dan pada saat matahari terbit dari tempatnya/Terlahir seorang putra besar dari lingkungan besar dan bermartabat/Sungguh dinanti oleh banyak harapan dan memang harapan itu terwujud sekarang/Dia menjadi penerang dan simbul kerukunan warga Kudus, beliau adalah H Nawawi Rusydi".

Nawawi yang baru sembuh dari sakit seusai operasi di salah satu rumah sakit di Singapura itu tampak cerah mendapat sanjungan tersebut. Pada usianya yang ke-76, dia masih aktif berolahraga.

Sebutan sebagai tokoh pemersatu memang tidak berlebihan. Sebagai Ketua PPRK yang beranggotakan PT Djarum, PT Nojorono, PR Sukun, dan Jambu Bol serta perusahaan rokok lainnya, dia berhasil menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

Selalu Naik

Buktinya, upah pekerja rokok setiap tahun selalu naik. Kalau upah minimum kabupaten (UMK) ditetapkan Rp 515.000/bulan, upah sektor rokok bisa dinaikkan menjadi Rp 590.000/bulan dan berlaku mulai 1 Januari 2006.

Pada malam peringatan ulang tahunnya yang ke-76, Nawawi Rusydi sempat didaulat oleh putra-putrinya untuk bernyanyi, dan berkumandanglah lagu Semalam di Malaysia.

"Wah ternyata Pak Haji tidak hanya tokoh pemersatu Kudus, tetapi olahragawan, juga pintar menyanyi," ujar seorang tamu.

Jangan heran, menantunya, Arie Koesmiran, juga seorang penyanyi terkenal.

Malam itu undangan tidak hanya dihibur lagu-lagu pop dan dangdut, tetapi juga lagu-lagu Timur Tengah yang diiringi orkes melayu zifin dari Jakarta. (HM Soleh AK-17n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA