| Kamis, 22 Desember 2005 | KEDU & DIY |
Profesi Teknik Kimia Dimulai Tahun 1888YOGYAKARTA - Guru Besar Teknik Kimia UGM Yogyakara, Prof Ir I Made Bendiyasa MSc PhD, mengemukakan bahwa profesi teknik kimia sudah dimulai sejak tahun 1888, dan istilah chemical Engineee telah dikenal melalui technical circles sekitar tahun 1880. Pada waktu itu, chemical engineer adalah mechanical engineer yang mempunyai pengetahuan peralatan proses kimia atau forman pabrik kimia dengan pengalamannya di pabrik kimia; tetapi dari segi pendidikannya dalam bidang terkait sangat kurang, atau applied chemist, yang mempunyai pengetahuan reaksi skala besar. Hal itu dikatakan oleh staf pengajar Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM itu, ketika menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar pada Fakultas Teknik UGM dalam sidang majelis guru besar (MGB) di Balai Senat Bulaksumur Yogyakarta, Rabu (21/12). Menurut Prof Bendiyasa, profesi teknik kimia pada awalnya dapat dikatakan sebagai penghubung antara kimia murni dan teknik mesin. Tenik kimia pada waktu itu, ditujukan untuk membuat produk suatu hasil reaksi kimia di laboratorium menjadi produk yang bernilai komersial pada skala industri. Dari beberapa definisi, teknik kimia tidak dapat dipisahkan dari proses dan peralatan. Oleh karena itu, teknik kimia umumnya menganalisis bermacam-macam proses yang terjadi di industri kimia melalui beberapa satuan operasi yang terkait. Maka, di samping aspek keselamatan, bidang kesehatan dan lingkungan juga harus dipertimbangkan, yang biasanya digabung menjadi satu dan sering disingkat dengan safety, healt and chemical engineer (SHE). Dikemukakan oleh Prof Bendiyasa, perkembangan industri, teknologi, maupun masyarakat, beberapa tahun terakhir ini sangat cepat. Maka untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut, pendidikan teknik kimia harus memperhatikan basic sciences, chemical engineering sciences, integrated system design dan holistic thinking. Karena itulah, lulusan pendidikan teknik kimia yang penekanannya pada basic principles diharapkan dapat berperan pada berbagai bidang. Seperti di industri kimia, minyak dan gas, makanan dan minuman, farmasi, medical technology, environmental technology, automotive technology, micro-electronics, electronic and advanced materials, biotechnology, industri baja, perusahaan konsultan, serta institusi pendidikan dan penelitian. (P12-36a) |