| Kamis, 22 Desember 2005 | KEDU & DIY |
Ketua DPRD Hanya Dilapori
MAGELANG- Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Endang Sulistyowati SH, ketua Komisi C DPRD Kota Magelang yang juga ketua DPC Partai Demokrat, terhadap kadernya Kristin Hadi Wijaya SPd, anggota Komisi C saat kunjungan kerja ke Manado beberapa hari lalu, tidak dilihat secara langsung oleh Ketua DPRD Tri Djoko Minto Nugroho. ''Saya tidak melihat langsung peristiwanya. Hanya, teman-teman yang melihat saat penganiayaan itu terjadi dan melaporkannya kepada saya,'' ujarnya, ketika dimintai tanggapannya tentang kejadian tersebut, Rabu (21/12). Ditemui saat menghadiri peresmian musala Baithul Hakim di PN Magelang, dia menuturkan, saat berkunjung ke Pemkab Minahasa Selatan, dirinya bertemu dengan seorang anggota DPRD dari Partai Demokrat. Wakil rakyat itu bercerita kalau hubungan antarpengurus Partai Demokrat di Minahasa Selatan sangat baik. ''Mendengar itu, saya bermaksud memfasilitasi supaya keadaan Partai Demokrat Kota Magelang menjadi baik. Karena di Minahasa Selatan ternyata tidak seperti di Magelang. Maksud saya baik, tetapi kalau Endang menganggap saya ikut campur ke dalam partainya, ya terserah,'' kata Tri Djoko, yang juga wakil ketua DPC PDI Perjuangan. Seperti diberitakan, Ketua DPC Partai Demokrat Endang Sulistyowati SH diduga telah menganiaya kadernya Kristin Hadi Wijaya SPd, saat kunjungan kerja ke Manado. Akibat peristiwa itu, sepulang dari kegiatan tersebut Kristin harus dirawat di RSU Tidar Kota Magelang. Dia dirawat dua hari, Senin-Selasa (19 dan 20 Desember) dengan keluhan pusing berkepanjangan. Kasus itu sekarang ditangani Polresta Magelang. Sementara, Endang membantah telah menganiaya Kristin. Karena itu, dia siap menghadapinya. ''Mana buktinya saya melakukan penganiayaan, justru saya bisa menuntut balik,'' ujarnya. Ditanya apa penganiayaan itu berkaitan dengan reshuffle kepengurusan Partai Demokrat, Tri Djoko menolak memberi komentar. ''Reshuffle atau recall itu urusan partai mereka, saya tidak ikut campur,'' tuturnya. Beberapa anggota DPRD Kota Magelang saat dihubungi bersedia memberikan penjelasan soal kasus tersebut, tetapi enggan disebutkan identitasnya. Mengenai penganiayaan terhadap Kristin, para wakil rakyat mengaku banyak yang melihatnya. Terutama penganiayaan yang berlangsung di dalam bus. Kristin saat itu dijambak berulang-ulang. Sebelumnya, dia juga sempat ditendang kaki kirinya sehingga memar. Peristiwa itu juga ada yang melihatnya. (P.60-36s) |