| Kamis, 22 Desember 2005 | KEDU & DIY |
Erosi Luk Ulo Ancam Belasan Rumah
KEBUMEN- Paling sedikit 18 rumah penduduk Dusun Klatak, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, saat ini kondisinya mengkhawatirkan karena mengalami retak-retak akibat tanah bergerak dan ambles. Permukiman warga di RT 4 RW 11 itu lahannya miring dan labil. Lokasinya dari tebing Sungai Luk Ulo hanya berjarak belasan meter. Dicurigai penyebab tanah bergerak serta ambles tersebut, erosi sungai akibat penambangan pasir. Hampir semua rumah di utara Jalan Tembana-Peniron di Dusun Klatak posisinya sudah miring, terutama rumah yang berdinding tembok. Bahkan, rumah Sutarmo (45) sangat mengkhawatirkan, karena dua tembok kamarnya ambruk dan atapnya ambrol. Semua dinding rumahnya ikut retak-retak. Pekarangan di sekitar rumah itu juga telah bergerak dan ambles sekitar 30 cm. Arah geseran tanah cenderung ke bawah atau mendekati tebing Sungai Luk Ulo, yang alirannya menikung persis di depan dusun tersebut. Slamet Riyadi (56), warga Dusun Klatak menuturkan, tanah bergerak di desanya mulai terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Namun, belakangan makin intensif setelah musim hujan dan penambangan pasir sepanjang aliran Sungai Luk Ulo makin melebar. ''Kami waswas karena sudah berulang-ulang menambal dinding dan tembok, tetapi tetap retak-retak lagi seperti ini,'' ucap Slamet, yang hari itu mengerahkan dua pekerja menambal dan menopang atap rumah yang makin miring. Dikosongkan Kondisi rumah Sutarmo lebih parah, karena semua dinding retak dan lebar menganga. Bahkan, dua kamar rumah yang sudah dikosongkan kini ambrol. ''Kami tak berani menempati rumah saat malam hari. Bila hujan, kami menyingkir ke rumah tetangga,'' tukas Ny Dasiem (47), pemilik rumah. Pengurus PMI Cabang Kebumen Subadiyo yang mendata rumah-rumah penduduk yang retak dan miring serta tanahnya ambles memperkirakan penyebab tanah bergerak di Dusun Klatak Peniron itu, karena struktur tanah yang labil. Namun, hal tersebut diperparah karena di bawah permukiman dekat tebing Sungai Luk Ulo yang terus longsor akibat erosi. Pihaknya akan segera melaporkan data kerusakan rumah dan tanah bergerak di Desa Peniron ataupun di Desa Wonokromo Alian, ke Badan Koordinasi Lintas Wilayah (Bakorlin) II Surakarta dan Kedu di Solo. PMI juga menyampaikan laporan ke Bagian Kesra serta Dinas Kesbanglinmassos Kebumen. Apalagi, erosi Sungai Luk Ulo semakin parah. Terlihat sepanjang tepi sungai di Desa Peniron Pejagoan ke selatan banyak tebing sawah terus longsor terkena erosi. Belum lagi kondisi jalan Tembana-Peniron dan Mertokondo-Karangsambung yang dibelah Sungai Luk Ulo, kini makin rusak parah dan mirip kubangan, karena dilalui truk pengangkut pasir. Hujan yang turun terus-menerus belakangan ini di Kebumen juga menyebabkan jebolnya tanggul Sungai Jatinegara di Desa Adiwarno, Kecamatan Buayan, sepanjang sekitar 20 meter. Camat Buayan Mulyadi SH mengatakan, jebolnya tanggul itu terjadi untuk kali kedua. Pihaknya telah mengerahkan warga bekerja bakti menutup tanggul tersebut. Namun, camat memohon bantuan karung plastik untuk menutup longsoran tanggul. Bila keburu terjadi banjir lagi, sementara tanggul belum ditutup dikhawatirkan air meluber ke permukiman penduduk dan jalan raya.(B3-36s) |