| Kamis, 22 Desember 2005 | INTERNASIONAL |
Iran-Eropa Memulai KonfrontasiWINA - Suasana menjelang perundingan nuklir antara Iran dan trio Eropa lebih mirip awal konfrontasi ketimbang upaya mencapai kompromi. Iran kembali menegaskan keinginannya untuk menjalankan program nuklir berskala penuh, Rabu kemarin. Pada saat yang sama, tiga negara besar Uni Eropa (UE) ber-juang untuk menghidupkan kembali dialog dengan Teheran. Iran dicurigai berusaha membuat senjata nuklir secara diam-diam. Pertemuan antara Iran dan trio Eropa (Inggris, Prancis, Jerman) di Wina Rabu waktu setempat hanya akan menjadi forum perbincangan tanpa langkah nyata. Pembicaraan itu membahas dasar-dasar untuk melanjutkan negosiasi mengenai aktivitas nuklir Iran masa datang. Kegiatan nuklir Iran dibekukan Agustus lalu, berdasarkan kesepakatan dengan trio Eropa tersebut. ''Kami tidak akan membuka perundingan lagi. Kami hanya akan mendengarkan apa yang dikatakan utusan Iran, terutama mengenai riset dan pengembang-an mesin sentrifugasi,'' kata seorang diplomat Eropa. Mesin sentrifugasi merupakan alat untuk melakukan pengayaan uranium. Materi uranium yang telah ditingkatkan itu dapat digunakan untuk membuat bom atom. ''Kami akan melihat apakah pernyataan mereka kepada kami berbeda dari komentar mereka di depan publik,'' tambahnya. Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan, perundingan itu tanpa prakondisi apa pun. Dan, tidak ada jadwal waktu mengenai kapan Iran harus melanjutkan kembali aktivitas pengayaan uranium. ''Kami tidak ingin melakukan perundingan hanya untuk perundingan itu sendiri,'' katanya. Belakangan ini, Iran semakin menunjukkan sikap permusuhan terhadap Israel. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan Israel harus dihapus dari peta dunia dan pembantaian massal orang Yahudi-Eropa (Holocaust) hanyalah mitos. (rtr-ben-25) |