| Kamis, 22 Desember 2005 | BUDAYA |
Hadir dan MengalirTAK ada yang meragukan daya pesona dan magnet WS Rendra dalam setiap menampilkan aksi-aksi pembacaan sajaknya. Meski usianya telah melewati angka 70 tahun, Mas Willy, demikian ia akrab disapa, tetap mempunyai taji yang semakin terbukti. Menjadi satu-satuanya pe-nyair yang akan mengisi puncak konser Welcome 2006 di Ancol, Jakarta, 31 Desember mendatang, ia bahkan belum tahu akan membacakan sa-jak apa nanti. ''Saya tahu yang saya hadapi adalah masa cair yang ingin mengapresiasi musik ketimbang puisi. Jadi ini tantangan untuk kali kesekian buat kepenyairan saya,'' katanya diapit Donny Fattah dari God Bless dan penyanyi Tere yang juga akan tampil dalam acara tutup tahun itu. Tapi bukan Rendra jika tidak mempunyai kiat untuk mensiasati keadaan. Pernah, kisahnya, di Kendari, ia tidak tahu para penikmat sajaknya dari kalangan apa sehingga ia pun sedikit kebingungan akan membacakan sajak apa. Ternyata, setelah ia memberanikan diri hadir dan mengalir, penikmatnya malah terus memintanya membacakan sajak-sajak lainnya.a ''Ternyata mereka adalah para guru yang musti berperahu semalaman dari pedalaman untuk sekedar menyimak sajak-sajak saya''. Jurus hadir dan mengalir inilah yang akan ia gunakan untuk menaklukkan publik musik yang terdiri atas kawula muda dalam malam pergantian tahun baru di Ancol. ''Yang penting kita harus berani hadir dan mengalir serta menghadirkan kesejatian''. (Benny Benke-45) |