logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Desember 2005 BUDAYA
Line

Urbanisasi Bukan Tema Basi

"Neng memang benar kita hidup di desa sudah sangat berkecukupan, jadi kenapa harus merantau ke kota? Tapi Neng, walau berke-cukupan, Aa' harus melakukan sesuatu agar Aa' bisa jadi orang. Jadi orang sukses, Neng. Dan kesuksesan itu cuma ada di kota".

Kalimat pamitan itu disampaikan Ujang (Da'an Aria) kepada kekasihnya, Neng (Melanie Putria), dalam film Kejar Jakarta garapan duet sutradara Bayu Sampurno dan Chandra Endroputro.

Apa sih yang begitu menarik dari Jakarta di mata orang-orang desa? Pertanyaan itu selalu muncul, khususnya setiap kali usai Lebaran. Bersamaan dengan kembalinya para pemudik ke Jakarta, mengalirlah para pendatang baru ke Ibu Kota. Urbanisasi. Fakta sosial itu sudah lama terjadi di negeri ini. Dan, sudah ratusan judul film teve maupun bioskop dibuat berdasarkan kenyataan sosial tersebut, baik sebagai tema sentral maupun sekadar tempelan.

Tema urbanisasi pernah menjadi tren di era tahun 1970-an. Namun bukan berarti tema itu sudah basi. Banyak kisah yang layak difilmkan dari kenyataan sosial tersebut. Pertanyaannya adalah, bagaimana kisah urbanisasi menjadi tema yang menghibur tapi tidak meledek, dan menyampaikan pesan moral tapi tidak menggurui.

Duet sutradara Bayu Sampurno dan Chandra Endroputro menawarkan konsep smart comedy dalam menggarap Kejar Jakarta. Namun, apakah Project-P yang beranggotakan Iszur Muchtar, Denny Chandra, Da'an Aria, Joehana, Iyang Darmawan dan Wawan Hanura sebagai pemeran utama film tersebut benar-benar mampu tampil cerdas?

Sebagai pemain komedi, para alumni Universitas Padjadjaran dan Universitas Katholik Parahyangan Bandung ini memang telah teruji di teve dan panggung. Tapi, untuk film bioskop, nanti dulu. Kejar Jakarta merupakan film layar lebar mereka yang pertama. (Hartono-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA