| Kamis, 22 Desember 2005 | BUDAYA |
Project P Tampil Serius di Film BioskopJAKARTA - Project P yang terkenal kocak lewat tembang dan pentas parodi memilih tampil serius dalam film perdana mereka, Kejar Jakarta, yang akan diputar di bioskop mulai 29 Desember 2005. "Kami dituntut bermain serius dalam film ini. Situasi yang ditampilkan dalam film ini diharapkan dapat mendatangkan tawa," kata satu dari tujuh anggota Project P, Da'an Aria, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/12). Film produksi Eureka! Production, P-Project, dan TSA Komunika itu bercerita tentang urbanisasi. Kisah dua jaka Sunda Ujang (Da'an Aria) dan Dadang (Iyang Darmawan) yang terdampar di Jakarta dan kena tipu pembobol bank. Film tersebut dikemas dalam konsep drama dan komedi, mereka menggolong-kannya sebagai smart comedy tanpa slapstick ala film Warkop DKI. Meski serius, masih ada kekocakan yang dapat dinikmati dalam film arahan duet sutradara Bayu Sampurno dan Chandra Endroputro. Namun, adegan yang mengundang tawa tidak sebanyak yang diharapkan. Sebaliknya, banyak pesan yang ingin disampaikan dalam film ber-durasi 130 menit ini. Karena itu, para personel kelompok komedi yang mengawali kariernya dalam pertunjukan kabaret kampus tersebut harus menahan improvisasi dan celetukan segar agar pesan sampai ke penonton. "Daripada bikin parodi yang banyak lucunya, tapi nggak ada pesan. Film ini meski tidak lucu tapi ada pesannya," kata Iszur Muchtar menanggapi pertanyaan kenapa film itu tidak selucu pentas-pentas parodi Project P di panggung dan televisi. Daan, yang tampil sebagai pemeran utama, menambahkan hal itu berarti mereka akan berhenti berparodi. Tahun 2006, mereka akan kembali membuat film bioskop yang "full Parodi" dan dijamin lucu. "Tapi masih sangat dirahasiakan. Bahkan, istri-istri kami tidak boleh tahu," kata Denny Chandra. Ada yang menarik mengenai peluncuran film yang mengundang wartawan dari berbagai media tersebut. Tawa terdengar lebih meriah saat jumpa pers dibandingkan saat pemutaran film khusus untuk pers. "Filmnya memang dibuat agar ada konferensi pers ini'', kata Denny. Komentar itu tentunya kembali disambut dengan tawa. Bertemu langsung dan mendengarkan celetukan tujuh anggota Project P memang sangat menghibur. Film debutan Project P mendapat banyak kritikan tajam dari media yang hadir, namun dengan cerdas tujuh anggota yang lulusan Universitas Padjadjaran dan Universitas Katolik Parahyangan itu menjawabnya dengan kelakar. Keberanian mereka melakukan jumpa pers setelah wartawan menonton film agaknya dapat ditiru para produser film Indonesia. Sebab, selama ini yang terjadi sebaliknya. Dengan mengadakan jumpa pers pascapemutaran film, para sineas, aktor dan aktris dapat mempertanggungjawabkan karya mereka dan belajar menerima kritik. Project P terdiri atas tujuh pria yang beberapa namanya tidak asing di dunia hiburan, yaitu Iszur Muchtar, Denny Chandra, Daan Aria, Joehana, Iyang Darmawan dan Wawan Hanura. Dalam film tersebut mereka berakting bersama aktris-aktris cantik aktris seperti Wulan Guritno, Putri Indonesia 2002 Melanie Putria, Reggi Lawalata, dan anggota Junior Project P, Tika Panggabean . (ant-43) |