SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Rabu, 21 Desember 2005

- Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla tidak berhenti melakukan gebrakan memberantas korupsi. Kali ini giliran Kantor Imigrasi yang akan dibersihkan. Dugaan sementara menyebutkan, terjadi korupsi dana perolehan dari biaya fiskal ke luar negeri Rp 1 triliun lebih. Modusnya bisa bermacam-macam, seperti pembayaran yang tidak disetorkan ke kas negara ataupun yang bisa lolos lewat jalan lain namun tetap membayar sejumlah uang ke petugas.

- Ini "kemajuan" atau kemunduran? Setidak-tidaknya sarkasme seperti itu bisa mencuat ketika membaca berita tentang razia narkoba di sekolah-sekolah. Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyumas, belum lama ini melakukan razia di sejumlah sekolah, karena disinyalir narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya telah beredar di kalangan pelajar. Tim BNK terdiri atas personel Satuan narkoba Polres, Satpol PP, dan Dinas Pendidikan.

PERSOALAN ketersediaan beras mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Hal ini bisa dimaklumi karena banyak pihak yang berkepentingan. Selain itu, persoalan beras menyangkut "perut" sebagian besar masyarakat di Indonesia, beras sebagai bahan makanan pokok sudah pasti harus dijaga ketersediaannya.

Tagihan rekening PDAM saya biasanya berkisar Rp 65 ribu s.d Rp 90 ribuan. Tetapi bulan Juli 2005 melonjak sampai Rp 190 ribu. Setelah 3 bulan berturut-turut tagihan tidak kembali normal, saya lapor dan akhirnya bulan Oktober datang petugas untuk mengganti meteran yang katanya sudah usang. Penggantian meteran dikenakan biaya Rp 48.000.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA