logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Desember 2005 PANTURA
Line

Lagi, Satu Pasien DBD Meninggal

TEGAL - Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali merenggut korban jiwa. Panji Wijaya (8), bocah asal Kelurahan Mintaragen RT 4 RW 11, Kecamatan Tegal Timur, Senin (19/12) pukul 18.30 meninggal dunia di RSU Mitra Siaga Tegal akibat penyakit itu.

Sebelumnya, seorang pasien bernama Dina Annisa (3), warga Jalan Ketilang RT 3 RW 1 Kota Tegal, Sabtu (19/11) meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD). Sementara, Aditya Sadila Widodo (5), warga Jalan Kapten Sudibyo No 8 Kota Tegal meninggal Minggu (4/12) di RSUI Harapan Anda.

Panji dilarikan ke rumah sakit sehari sebelumnya (Minggu, 18/12) dalam kondisi sekujur tubuh dingin, denyut nadi lemah, dan muntah darah.

Pada hari bersamaan (Senin, 19/12), Yunita (18) yang masih saudara kandung Panji juga dilarikan ke rumah sakit akibat penyakit DBD. Namun, nasib remaja berparas manis itu lebih beruntung daripada sang adik.

Saat dijenguk di ruang mawar kemarin, kondisinya mulai berangsur-angsur pulih. Meski masih terbaring di tempat tidur, dia sudah dapat berkomunikasi dengan lancar.

Salah seorang saudara korban, Riri mengatakan, kedua adiknya mengalami gejala panas dingin sejak empat hari sebelumnya. "Mereka kami periksakan ke dokter praktik," kata dia.

Namun dokter mengatakan, kedua pasien hanya mengalami gejala tifus. Minggu (18/12), kondisi tubuh Panji mulai memburuk. Sekujur tubuh bocah itu berkeringat dingin diikuti perilaku gelisah. Mengingat kondisinya terus melemah, malam harinya dia dilarikan ke rumah sakit.

Kasubbid Layanan dan Keperawatan Titi Sunarti mengatakan, saat masuk rumah sakit, korban dalam keadaan shock.

"Waktu kami pasang selang pada tubuhnya, keluar darah hitam," ujarnya. Karena kandungan trombosit anjlok, Senin (19/12) pagi, dokter menyarankan pasien mendapat tambahan darah dan trombosit.

Namun karena golongan darah AB yang dimiliki pasien sulit diperoleh, pasien baru mendapat imbuhan darah sore harinya. Ketika itu, kondisi darah pasien semakin memburuk dengan kadar trombosit menjadi 22.000 per mm3.

Dokter rumah sakit berupaya keras menyelamatkan nyawa pasien, namun karena kondisinya makin memburuk, pukul 23.00 pasien meninggal dunia.

Selain Yunita, hingga kemarin terdapat sembilan pasien lain yang menderita penyakit DBD. Dua di antaranya masih dirawat di ruang ICU, yaitu Imam Dwi Raharja (13) warga Desa Wangandawa Kecamatan Talang Kabupaten Tegal, dan Firman (5) warga Desa Tanjung Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Kondisi kedua pasien masih dalam pengawasan ketat oleh tim medis. Titi Sunarti menambahkan, gejala awal penyakit DB sulit dibedakan dengan penyakit lain seperti tifus.

"Untuk membedakan dengan penyakit tifus, perlu uji laborat," tutur dia. Karena itu, dia meminta warga yang mengalami gejala demam segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Untuk menghindari serangan penyakit DBD, dia mengimbau warga membersihkan saluran got yang mampet. Selain itu juga diminta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya jentik-jentik nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD.

Sementara itu Yunita, saat ditanya mengaku kondisi tubuhnya lebih baik. Dia hanya merasa masih sering sakit di bagian perut. (H16d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA