logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Persiapan Pendek Penyebab Kegagalan di SEA Games

JAKARTA- Kepemimpinan wasit menjadi salah satu penyebab kegagalan timnas U-23 di SEA Games Filipina. Selain itu, penampilan tim juga kurang maksimal karena persiapan yang pendek dan tidak semua pemain terbaik bergabung. Hal itu terungkap dalam acara evaluasi kontingen SEA Games XXIII di gedung KONI Pusat, Senayan, Selasa kemarin.

Dalam acara ini induk organisasi cabang olahraga yang berlaga di SEA Games mengirimkan wakilnya. PSSI mengutus Ketua Bidang Teknik dan Timnas Muhammad Zein yang didampingi Sekretaris Tim Muhardi.

"Tadi kita memang menguraikan seluruh kendala yang menyangkut sepak bola, dan tampaknya pimpinan KONI Pusat bisa menerima," ujar Muhardi. Kepada wartawan, hasil evalusi itu tidak disampaikan secara langsung oleh Zein yang saat di Filipina merangkap menjadi manajer timnas putra.

Dia menyampailannya secara tertulis, disertai tandatangan dirinya dan Kepala Satuan Kerja Pelatnas SEA Games XXIII Djoko Pramono.

Dari hasil evaluasi itu, pimpinan KONI Pusat memberi sinyal masih memberikan peluang bagi timnas putra-putri untuk tampil di SEA Games XXIV tahun 2007 di Bangkok. Khusus untuk timnas putra bahkan diisyaratkan bisa tampil di Asian Games XVI tahun 2006 di Doha, Qatar.

Timnas putra ditargetkan bisa mencapai posisi empat besar. Untuk itu mereka dituntut untuk melakukan persiapan sejak Februari 2006.

Sejak Dini

Menanggapi kemungkinan itu, Ketua Pengelola Persija Jakarta Pusat Firman Hutajulu menuturkan, "Kalau untuk SEA Games bolehlah kita mengincar posisi empat besar, namun untuk Asian Games jangan dulu bermimpi."

Menurut dia, lebih realistis sebenarnya kalau timnas dipatok target empat besar pada Piala Asia 2007 dengan Indonesia menjadi salah satu tuan rumahnya. "Untuk itu pun timnas harus dikonsentrasikan sejak dini," katanya.

Firman juga melihat kalau hasil evaluasi kurang mencerminkan kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, tentang persiapan yang pendek.

"Sejak beberapa tahun terakhir ini waktu persiapan timnas selalu pendek, termasuk saat kita mengirim tim ke Piala Asia 2004 dan SEA Games XXII di Vietnam," katanya.

Mengurai hasil evaluasi antara pimpinan KONI dengan Bidang Timnas itu, persiapan yang pendek juga disebabkan oleh adanya pemain-pemain yang ditahan oleh klubnya untuk mengikuti kompetisi. Pemain pada umumnya memang berstatus nonamatir sehingga terikat kontrak dan tanggung jawab kepada klubnya masing-masing sampai kompetisi selesai. (wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA