logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Tak Suka Pakai Nomor 10

GREG Nwokolo ternyata kurang nyaman dengan kaos tim yang dipakainya saat latihan perdana Senin lalu (19/12) di Stadion Jatidiri. Hal itu bukan lantaran bahan kaos tersebut kurang enak dipakai. Tapi, nomor punggung yang tertera di kostum itu yang sedikit mengganggunya.

Pemain asal Nigeria tersebut ternyata kurang suka memakai kostum bernomor punggung 10.

Buktinya, setelah selesai latihan, dia langsung minta ganti dengan nomor 11. Kebetulan, di PSIS nomor 11 belum ada yang memakainya.

''Biasanya pemain yang memakai nomor 10 selalu menjadi perhatian pemain lawan. Saya tidak mau itu. Saya ingin terlihat seperti pemain biasa saja,'' katanya merendah.

Saat membela Singapore Armed Forces (SAF), pemain kelahiran Onitsha 3 Januari 1986 ini memakai kaus bernomor 14. Namun, di PSIS Greg lebih memilih nomor 11.

Dia berharap nomor tersebut memberi keberuntungan saat membela tim kebanggaan warga Semarang ini.

Adaptasi

Dalam latihan kemarin di Stadion Jatidiri, Greg terlihat enjoy bergabung bersama Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan.

Padahal, pemain asal Nigeria itu baru kali kedua ikut sesi latihan di skuad asuhan Sutan Harhara.

''Saya enjoy sekali di sini. Ada beberapa pemain yang sudah saya kenal. Itu membuat adaptasi saya di sini tidak akan menemui kendala,'' tuturnya.

Di Mahesa Jenar memang terdapat rekan-rekannya semasa membela Persijatim Solo FC di Kompetisi Liga Indonesia X lalu.

Diantaranya adalah Harri Salisburi, Maman Abdurahman dan Modestus Setiawan.

Mereka dipandang cukup membantu proses adaptasi, baik dalam berkomunikasi dengan pemain lain maupun dalam permainan.

''Ketika pertama kali ditawari bergabung di PSIS, saya senang. Sebab, tim ini punya prestasi bagus di Liga Indonesia,'' ungkapnya.

Greg tidak mau berjanji muluk-muluk di PSIS. Dia hanya akan berusaha keras dengan main bagus untuk mengangkat prestasi tim kebanggaan warga Semarang ini.

Tentu saja, kerja kerasnya tersebut juga harus didukung dan diimbangi oleh manajemen, pelatih serta semua pemain.

Jika seluruh elemen di PSIS tersebut bekerja sama dan berusaha keras, dia yakin tangga juara akan bisa diraih di musim ini.

''Saya pernah merasakan iklim kompetisi di sini. Tidak mungkin saya seorang diri bisa mengantar tim ini juara. Tapi, perlu kerja keras dari semuanya,'' tandasnya.

Seperti diketahui pemain berusia 19 tahun ini tiba di Semarang Senin (19/12) siang lalu.

Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan manajemen untuk penandatanganan kontrak.

Pasalnya, dia juga jadi target buruan tim-tim lain peserta Liga Indonesia. Hal itu bukti pemain tersebut cukup berkualitas. (Budi Winarto-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA