| Rabu, 21 Desember 2005 | OLAHRAGA |
PSTI Pertahankan Eko dan TriajiSEMARANG- Pengda PSTI (Persatuan Sepak Takraw Indonesia) Jateng akan terus berupaya mempertahankan atletnya yang berencana hengkang ke daerah lain. Hal ini karena sepak takraw ingin mempertahankan prestasi seperti yang diraih pada PON 2004 di Palembang. Sekum Pengda PSTI (dulu Persetasi-red) Jateng, Siti Retno Farida, mengungkapkan dua pesepaktakraw andalan Jateng, Eko Kusdiyantoro dan Triaji berencana pindah ke Jabar untuk memperkuat daerah tersebut pada PON 2008 mendatang. Alasan keduanya, Jabar menjanjikan pekerjaan. Belum lama ini utusan dari Jabar datang menemui Pengda PSTI Jateng untuk meminta dua atlet tersebut agar bergabung ke daerahnya dengan menunjukkan SK pekerjaan dan honor bulanan. "Kami akan berusaha mempertahankan kedua atlet tersebut. Kalau alasannya pekerjaan, kami akan berupaya mencarikan pekerjaan buat mereka asal tetap memperkuat Jateng di PON Kaltim 2008. Tenaga mereka masih kami butuhkan karena hingga kini mereka masih yang terbaik, " kata Ida, sapaan akrab Siti Retno Farida, kemarin. Farida menjelaskan, dari pendekatan yang dilakukan kepada dua atlet tersebut, keinginan untuk pindah dari Jateng diketahui masih fifty-fifty. Kedua atlet itu ternyata masih bingung menentukan pilihan. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan pendekatan. Farida belum bisa menyebutkan bentuk pekerjaan yang akan diberikan kepada atletnya. KONI Harus Berusaha "Kami masih mencari pekerjaan yang pas serta cocok untuk keduanya," kata Ida. Eko Kusdiyantoro dan Triaji merupakan atlet inti Jateng di PON 2004. Keduanya ikut mengantarkan Jateng menyapu bersih tiga emas di cabang sepak takraw. Mereka pun kini tercatat sebagai atlet PJP sehingga konsekuensinya jika benar-benar pindah, maka Jabar harus membayar uang ganti PJP yang telah dikeluarkan KONI Jateng, termasuk uang transfer. Apalagi keduanya dibesarkan dari program PPLP Jateng yang berarti merupakan binaan dari provinsi ini. Namun Ida mengakui, jika mereka meninggalkan Jateng, target mempertahankan medali seperti di PON 2004 tentu akan berat. "Jabar tidak melalui prosedur yang benar. Kepindahan atlet itu tidak memberitahu dulu ke Pengda. Tahu-tahu sudah mengkalim memiliki keduanya," imbuh Farida yang juga Humas Bulog Divre IV Jateng. Dia mengakui, ada beberapa atlet yang resmi bergabung ke beberapa Pengcab PSTI di Jabar. Namun mereka adalah atlet-atlet lapis kedua Jateng yang kalah bersaing dengan atlet-atlet utama. Dia juga berharap KONI Jateng memperhatikan atlet-atletnya, jangan hanya berusaha merekrut atlet-atlet dari daerah lain, sedang atlet sendiri malah hengkang dari Jateng. (knd-40) |