| Rabu, 21 Desember 2005 | KEDU & DIY |
Kapolres Lain Bisa Pulang, AKBP Widiyanto Tak BolehDALAM acara pisah sambut di Pendapa Pengayoman seusai serah terima jabatan, mantan Kapolres Temanggung yang kini memangku jabatan sebagai direktur Intelkam Polda Maluku Utara, AKBP Widiyanto Pusoko, menyampaikan kesan-kesannya selama menjabat kapolres lebih kurang 10 bulan. Dia mengemukakan, penugasannya sebagai Kapolres Temanggung menggantikan AKBP Widiyatno sangat mendadak. Ketika itu, ungkap dia, dirinya yang menjabat sebagai Kapolres Banjarnegara datang pada sebuah acara resepsi di Polda Jateng. Namun tatkala para kapolres lain pulang, dia tidak diperkenankan sehingga hal itu menimbulkan tanda tanya. ''Barulah sekitar pukul 24.00, saya diberitahu agar bersiap-siap karena pada keesokan paginya akan dilantik menjadi Kapolres Temanggung,'' kenang dia. Seusai pelantikan yang tanpa dilakukan serah terima jabatan seperti saat ini, Widiyanto pun kemudian mulai bertugas di Polres Temanggung. Kali pertama datang ke Temanggung, dia mendapati situasi kabupaten itu yang sangat mencekam. Situasi tersebut tidak hanya terdapat di masyarakat tetapi juga di jajaran Pemkab ataupun di dalam internal Polres. ''Saling curiga antarkelompok yang pro dan kontra Bupati pun terjadi ketika itu di kalangan masyarakat ataupun aparat birokrasi,'' tutur Widiyanto. Sementara itu, di internal Polres sendiri ada tiga kelompok, yaitu yang pro, kontra dan netral. Demikian pula hubungan antara Polres dan Muspida tampak ada jarak dan sangat terbatas termasuk hubungan dengan para camat. Menurut keterangan dia, kala itu terdapat keengganan jajaran Muspida ataupun pejabat Pemkab bertandang ke Polres. ''Sebagai kapolres baru, saat itu merasa tidak ada sambutan sama sekali. Bahkan, ada kesan masa bodoh dengan kepolisian,'' ujar bapak dua putra itu. Di kepolisian terdapat banyak sekali laporan yang terbengkalai. Sebab, waktu para aparat kepolisian terseita untuk menyelesaikan berbagai demo PNS, LSM, ataupun organisasi masyarakat yang lain. Namun, secara bertahap kondisi itu dapat teratasi. Situasi kesatuan Polres kini telah kompak kembali dan gairah untuk bekerja juga semakin tampak. Bahkan, berbagai prestasi telah dapat diraih pula oleh Polres Temanggung. Begitu pula para pejabat Pemkab, sudah kembali ke pos masing-masing dan keadaanya telah kondusif, berjalan sebagaimana semestinya. Sementara itu, Kapolres Temanggung yang baru, AKBP Bastomy Sanap, mengakui, Widiyanto Pusoko adalah idolanya. Mantan Dir Pol Air Polda Metro Jaya yang berdarah Minang-Manado itu mengagumi kecerdasan Widiyanto yang keseniorannya dua tingkat di atas dia. Wabup Irfan mengatakan, pihaknya dalam menjalankan tugas dengan kapolres yang baru itu tampaknya dapat seiring sejalan sebagaimana dengan kapolres yang lama. ''Kalau dahulu dengan Pak Wid (Widiyanto), kami sama-sama gemar makan. Ternyata tadi dengan Pak Kapolres baru, kami sama-sama perokok berat,'' candanya. (Henry Sofyan-39j) |