| Rabu, 21 Desember 2005 | KEDU & DIY |
Selokan Mataram Mulai DiperbaikiSLEMAN - Talut dan dasar selokan Mataram di wilayah RT 12 RW 52 Dusun Kradenan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, yang ambrol sudah mulai diperbaiki. Dari pengalaman jebolnya selokan sepanjang 10 meter itu, Pemkab Sleman melalui Dinas Pengairan, Pertambangan, dan Penanggulangan Bencana Alam (P3BA) sedang meneliti bagian lain selokan yang sama yang sudah menunjukkan gejala awal jebol. Bupati Sleman, Drs Ibnu Subiyanto Akt, kepada wartawan kemarin (20/12) mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya sejumlah keretakan lain yang jika tidak segera diatasi akan berakibat sama. Ia memuji kecepatan bertindak pihak Dinas Pengairan, Pertambangan, dan Penaggulaangan Bencana Alam (P3BA) yang langsung melakukan perbaikan. ''Karena menyangkut kepentingan pengairan areal sawah yang luas, perbaikannya tidak harus menunggu tender. Itu kan musibah,'' ujar Ibnu Subiyanto ketika meninjau kawasan selokan Mataram yang jebol. Seperti diberitakan, akibat debit air hujan yang tinggi, selokan Mataram Minggu lalu (18/12) jebol di Dusun Kradenan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman (SM, 20/12). Untuk perbaikan yang diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp 20 juta, menurut Bupati, akan diambilkan dari dana cadangan yang ada. Mengingat sekarang masih musim hujan, tidak ada kepastian berapa lama waktu yang diperlukan untuk perbaikan saluran irigasi tersebut. Menurut Koordinator Pengamatan Selokan Mataram Dinas P3BA, M Sabar, selokan yang jebol bisa mengancam langsung hasil tanam di 112 ha persawahan. Air selokan juga dialirkan ke sejumlah sungai kecil, dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 4.850 hektare sawah di wilayah Timur Kabupaten Sleman.Keterangan yang diperoleh menyebutkan, bagian selokan yang ambrol dibangun pada 1973/1974. Selain selokan Mataram, untuk membantu pengairan areal sawah di Kabupaten Sleman, terdapat saluran lain, yaitu selokan Van der Wijk yang diperuntukkan di wilayah sebelah barat.(P58-39a) |