logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Desember 2005 KEDU & DIY
Line

Tahun Ini Tak Ada HB IX Award

YOGYAKARTA - Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi pada dies natalis ke-56 perguruan tinggi tertua di Indonesia itu di Gedung Grha Sabha Pramana Bulaksumur, Yogyakarta, Senin lalu menyatakan, tahun ini UGM tidak memberikan anugerah Hamengku Buwono IX Award dengan pertimbangan tidak ada calon yang memenuhi kriteria.

''Keputusan itu diambil untuk menjaga agar Hamengku Buwono IX Award dapat tetap terjaga kewibawaannya.''

Meski demikian, lanjutnya, pada kesempatan itu disampaikan penghargaan kepada pimpinan dan segenap warga Fakultas Ilmu Budaya yang telah sukses mengharumkan nama UGM di forum dunia dengan mengantarkannya sebagai perguruan tinggi Indonesia pertama yang diakui sebagai 100 universitas unggul dunia dalam bidang Ilmu Budaya dan Humaniora pada 2005.

''Ucapan selamat dan terima kasih saya sampaikan juga kepada Nanang Susyanto, Nikenasih Binatari, dan Dwi Ertiningsih yang memenangi medali perunggu dalam Olimpiade Matematika Tingkat Dunia di Teheran dan Budapest,'' katanya.

Ancaman

Sementara itu dalam pidatonya, Guru Besar Ilmu Politik UGM Yogyakarta Prof Dr Ichlasul Amal MA mengemukakan, adalah hal yang wajar jika terjadi ancaman disintegrasi di Indonesia.

Mengingat, kondisi objektif dan potensi disintegrasi sudah melekat pada negeri ini sejak merdeka. (P12-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA