| Rabu, 21 Desember 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatAnggota Hizbullah BebasBEIRUT - Jerman secara diam-diam telah membebaskan Mohammad Ali Hammadi, anggota kelompok Hizbullah yang dipenjara seumur hidup karena membunuh personel AL AS. Setelah dibebaskan, Hammadi kemudian dipulangkan ke Lebanon. Padahal, Washington sebelumnya meminta anggota Hizbullah itu diekstradisi ke AS. Sumber-sumber politik Lebanon kemarin mengatakan, Hammadi diterbangkan ke Beirut, ibu kota Lebanon, pekan lalu. Sumber-sumber diplomatik di Jerman membenarkan pembebasan Hammadi itu. Namun Departemen Luar Negeri Jerman menolak berkomentar. Hammadi, kini berusia 30-an tahun, ditangkap pada 1987. Dia divonis bersalah membunuh anggota AL AS Robert Dean Stethem selama aksi pembajakan pesawat TWA. Dia dihukum penjara seumur hidup. Pada 1980-an dan 1990-an, Hammadi akan dipertukarkan dengan warga Jerman yang disandera di Lebanon. Namun upaya pertukaran itu gagal. Adik Hammadi, Abdul-Hadi, adalah pejabat keamanan senior Hizbullah saat itu. Berita pembebasan Hammadi dapat membuat marah Washington. Sebab, AS telah mendakwanya atas pembunuhan Stethem. Washington juga meminta Berlin untuk mengekstradisi Hammadi ke AS jika dia dibebaskan.(rtr-ben-26) Bus Masuk Sungai, 20 Tewas MUZAFFARABAD - Sedikitnya 20 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka di Pakistan ketika sebuah bus tercebur ke sungai, Selasa kemarin. Polisi mengatakan, bus itu tergelincir ke sungai lantaran jalan yang dilalui rusak berat akibat gempa Oktober lalu. Kecelakaan tersebut terjadi di dekat Kota Chinari, sekitar 50 kilometer sebelah tenggara Muzaffarabad (ibu kota Kashmir bagian Pakistan). Deputi Kepala Kepolisian Muzaffarabad Tahir Qureshi mengatakan, 20 jasad korban telah ditemukan. Namun beberapa orang diduga terseret arus Sungai Jhelum. ''Kami kira, tiga atau empat orang tenggelam,'' katanya. Beberapa korban yang terluka parah telah dibawa ke rumah sakit darurat di kota itu. Rumah sakit darurat itu didirikan untuk menolong para korban bencana gempa bumi 8 Oktober lalu. (rtr-ben-26) Sharon Tinggalkan RS JERUSALEM - PM Israel Ariel Sharon hari Selasa kemarin keluar dari rumah sakit. Dia dirawat dua hari akibat serangan otak ringan. Namun dia menyatakan tetap mampu memerintah negerinya. ''Saya harus segera kembali bekerja agar kita bisa maju,'' kata Sharon, yang tersenyum walau tampak letih, kepada wartawan saat meninggalkan rumah sakit di Jerusalem. Sharon (77) dirawat di rumah sakit setelah mengalami strok ringan dan kehilangan kesadaran pada Minggu malam dalam perjalanan dari kediamannya di Jerusalem ke peternakannya di gurun Negev, Israel selatan. Dia menyatakan ketakutan akan kesehatannya ''tidak berpengaruh pada kemampuannya'' memerintah negaranya. (ant-26) |