| Senin, 19 Desember 2005 | RAGAM |
Allahu Akbar, Pengakuan KebesaranNyaT: Yth. Bapak Amin Syukur. Saya senang sekali membaca tulisan Bapak di rubrik Interaktif Tasawuf, hati rasanya menjadi tenang. Selain itu saya akan bertanya kepada Bapak, mengapa ucapan yang paling banyak dalam kehidupan manusia muslim adalah ''Allah Akbar''? Terutama dalam shalat. Atas jawaban Bapak saya ucapkan terima kasih. Sarmijan di Semarang J: Saudara Sarmijan, Anda termasuk orang yang berpikir canggih dan dahsyat, meski tidak secanggih dan sedahsyat apa yang Anda pikirkan. Jarang orang yang memikirkan hal itu. Anda termasuk dalam kategori orang yang berfikir dan berdzikir, kemudian menyatakan: ''Hai Tuhan, tidaklah Engkau ciptakan itu semua dengan sia-sia...'' (QS. Alu 'Imran/3:191). Posisi takbir (mengucapkan Allahu Akbar) dalam shalat dengan mengangkat dua tangan adalah menunjukkan penyerahan diri kepada dzat Yang Maha Besar dan sekaligus memberi hormat kepada-Nya. Pengakuan atas kebesaran Allah senantiasa diulang-ulang dalam setiap kali peralihan dari satu gerakan ke gerakan yang lain dalam shalat. Dalam shalat fardlu/wajib saja ada tujuh rakaat, satu rakaatnya ada tujuh kali peralihan gerakan. Ini berarti sehari semalam kita mengucapkan ikrar ''Allahu Akbar'' sebanyak 7x17 rakaat=119 kali takbir. Hitungan ini belum lagi ditambah dengan shalat sunnah qabliyah (sebelum) dan ba'diyah (sesudah) shalat fardlu. Misalnya masing-masingnya dua rakaat saja sudah mencapai 14 rakaat x 7 = 98 takbir. Ditambah shalat diuha, yaitu shalat di pagi hari (jam 06.30 WIB s/djam 11.30) sebanyak minimal 2 rakaat x 7 = 14 kali takbir. Shalat tahajjud sebanyak 3 rakaat x 7 = 21 kali takbir, sesudah shalat fardlu kita membaca/ wirid sebanyak 33 x 5 kali= 165 kali dan sebagainya. Sehingga seluruhnya mencapai kurang lebih 417 (empat ratus tujuh belas) kali takbir. Pantulan takbir pada diri manusia Muslim ialah pengakuan kelemahan, kekekecilan dan kebutuhan di hadapan Allah SWT. Dia berfirman: ''Hai sekalian manusia engkau sekalian adalah butuh kepada Allah, sementara Dia Maha Kaya dari segenap alam semesta'' (Fathir/35:15). Manusia hanya salah satu di antara makhluk-makhluk-Nya. Dia Pencipta alam seisinya. Bumi dihuni manusia. Bumi adalah salah satu dari 150.000 lebih planet dalam galaksi Bima Sakti (Milk Way). Bima Sakti hanya salah satu dari 150 milyard lebih galaksi yang bertebaran di jagad raya ini. Dan kita, manusia sangat kecil dalam pandangan-Nya. Oleh karena itu manusia dilarang sombong dan angkuh di hadapan manusia dan dihadapan Allah SWT. Dia berfirman yang artinya: ''Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seisinya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan''. (al-Zumar/39:67). Pikirkan, betapa kecilnya manusia, misalnya si X sekarang berada di suatu tempat, tempat itu adalah bagian kecil dari sebuah bangunan, bangunan itu adalah sebuah bagian relatif kecil dalam suatu halaman, halaman itu adalah bagian dari RT yang merupakan bagian dari RW. RW adalah bagian dari desa/ kelurahan, kelurahan adalah bagian dari kecamatan, kecamatan adalah bagian dari kabupaten/kota, kabupaten/kota adalah bagian dari propinsi, propinsi adalah bagian dari Indonesia. Indonesia adalah bagian dari benua, dan benua adalah bagian dari dunia, dan dunia adalah bagian dari bumi dan bumi adalah bagian dari alam semesta, dan seterusnya. Ketika berfikir seperti itu, maka tidak ada lain yang keluar dari mulut kita sebagai perwujudan dari pikiran dan perasaan kagum kita kepada Allah Maha Besar ialah ucapan Allah Akbar. Sangat wajar kalau kita senantiasa menyatakan Kemaha Besaran-Nya. Dia yang bersifat dengan sifat-sifat yang suci dan sempurna, ucapan yang meluncur dari mulut kita ialah kalimat subhanallah, (Maha Suci Allah) dan sebagainya. Wallahu'alam bish-shawab.(12) Bagi yang berminat dengan rubrik ini, kirimkan surat ke alamat Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, d/a LPK2 (Lembaga Pengembangan Keagamaan dan Kemasyarakatan) dan Lembkota Jl. Boja Km 1, Ngalian Semarang, Telepon (024) 70124706. Di atas sebelah kiri amplop ditulis "Interaktif Tasawuf" |