logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 PANTURA
Line

Puskesmas Margadana Akan Ditingkatkan Jadi Rawat Inap

TEGAL - Untuk menampung kelebihan pengunjung di Puskesmas Margadana, Pemkot Tegal tahun 2006 akan membangun puskesmas baru di wilayah tersebut. Rencananya, bangunan baru bertingkat tiga yang dilengkapi 10 tempat tidur untuk pasien rawat inap itu menempati puskesmas lama. "Puskemas baru nanti juga dilengkapi tiga poliklinik," kata staf TU Dinas Kesehatan Herlien saat menerima kunjungan rombongan Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Tegal di Puskesmas Margadana, Jalan Cipto Mangunkusumo, Sabtu (18/12).

Tiga poliklinik tersebut antara lain poliklinik umum, gizi dan poliklinik kesehatan ibu dan anak (KIA). Poliklinik berada di lantai teratas Puskesmas. Lantai II ditempati ruang rawat inap, dan lantai dasar digunakan untuk parkir.

Kepala Puskesmas Margadana dokter gigi Agus Dwi S menambahkan, kapasitas puskesmas saat ini tidak mampu lagi menampung jumlah pengunjung.

"Setiap hari hampir 100 pengunjung berobat ke puskemas," kata dia. Padahal, kapasitas pelayanan puskemas maksimal hanya untuk 50 pengunjung. Pada hari-hari tertentu seperti pasaran dan hari Senin, jumlah pengunjung membludak sampai 120 orang.

Ditambahkan, banyaknya pengunjung berobat ke puskemas karena lokasi yang cukup strategis terletak di samping pasar Sumurpanggang. Di samping itu, letaknya di tepi jalur Brebes-Tegal membuat pelayanan kesehatan murah itu diserbu warga daerah lain. "Orang dari Brebes setelah belanja di pasar banyak yang mampir berobat," imbuhnya.

Selain pengunjung dari warga sekitar, tidak jarang Puskemas Margadana kedatangan pasien korban kecelakaan di jalur Tegal-Brebes. Dengan fasilitas rawat inap, diharap pasien darurat mendapat penanganan sementara di puskesmas sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Namun karena kapasitas terbatas, petugas sering repot melayani seluruh pengunjung. Kadangkala sebagian pengunjung ada yang tidak terlayani. Ketua Komisi C DPRD Agil Riyanto Darmowiyoto mengakui kondisi Puskemas Margadana sudah saatnya diganti bangunan baru yang lebih representatif.

Kepala DPU Ir M Wahyudi menambahkan, pembangunan puskemas baru di Margadana direncanakan menelan biaya Rp 1,5 miliar. Biaya tersebut belum termasuk IPAL. Di bangunan yang baru, rumah dinas kepala Puskesmas akan diganti ruang untuk dokter piket. (H16-61)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA