| Senin, 19 Desember 2005 | PANTURA |
Seperti Dua Kubu yang BertengkarKEKESALAN yang berimbas memancing emosi ratusan guru swasta, ketika menggelar demo ke DPRD Kabupaten Tegal, Sabtu lalu (17/12), dampaknya sudah dapat diduga. Saat berdialog dengan Komisi D, mereka bersitegang, seperti dua kubu yang bertengkar. Hal itu dipicu saat Ketua Forgusta, Fatah Yasin, dan rekan-rekannya mendesak Komisi D agar segera merealisasikan tiga tuntutan organisasinya. "Kami sudah menuntut cukup lama, apalagi sudah jelas DAU naik jadi Rp 510 miliar dari perkiraan semula Rp 360 miliar. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi DPRD untuk segera menyetujui insentif Rp 200.000/bulan bagi guru swasta," tandas Fatah Yasin. Rekannya, Iskandar, salah seorang guru SMA Bhakti Praja, mengingatkan, ratusan guru swasta yang mewakili lebih dari 4.500 guru swasta lainnya sengaja memulangkan anak didiknya lebih awal. "Karena apa? Gurunya sedang memperjuangkan kesejahteraan, agar bisa tetap memberikan pelajaran," paparnya. Menanggapi hal seperti itu, Ketua Komisi D, Drs Muslikh, menegaskan, komisinya tidak berwenang memutuskan kebijakan pemberian insentif Rp 200.000/bulan bagi guru swasta. "Yang jelas, semua aspirasi kami sampaikan ke pimpinan atau dalam panitia anggaran. Kami tetap mengawal aspirasi ini agar bisa direalisasikan," kata Muslikh. Dia juga menjelaskan, hari itu, Ketua DPRD, H Ahmad Husen SAg, sedang dinas keluar kota. Menentukan Jadwal Sekretaris Komisi D, Drs Jahri, mengatakan, sebaiknya Forgusta jangan membuat agenda sendiri untuk menggelar dialog. Akan tetapi pihak DPRD yang menentukan jadwal. Jawaban seperti itu rupanya memancing ketegangan. Ketua forum guru dan tiga rekannya yang duduk di deretan paling depan tersebut terlibat debat serius dengan Drs Taufiqurochman (salah seorang anggota Komisi D). "Sebenarnya sebelum kami datang, sudah mengirim surat ke Komisi D, Ketua DPRD, instansi terkait, dan Bupati Tegal. Tapi tak satu pun yang hadir dalam forum ini. Kami tidak menyalahkan komisi tersebut, tapi wakil rakyat dan pejabat kurang aspiratif menanggapi tuntutan kami," tandas Fatah Yasin. Ketegangan yang berlangsung cukup lama itu akhirnya mereda, saat sekretaris komisi mengajak Ketua Forgusta dan salah seorang angotanya menelepon sendiri ke Bupati Tegal dan Ketua DPRD. "Bupati dan Ketua DPRD bersedia mengajak dialog, Senin besok (hari ini, 19/12)," tutur Fatah Yasin. Usai mendapat jawaban seperti itu, ratusan pendemo membubarkan dengan tertib. (Riyono Toepra-19h) |