logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 NASIONAL
Line

SOSOK

Dipelihara Negara


SM/Benny Benke

APAKAH Anugerah Satya Lencana yang akan diberikan Pemerintah kepada Putu Wijaya (61) atas jasanya dalam dunia sastra dan teater mempengaruhi kreatifitasnya dalam berkarya? Penulis produktif yang Senin (19/12) ini menerima penghargaan dari Pemerintah itu mengaku kreativitasnya tidak ada hubungannya dengan penghargaan. ''Ada penghargaan atau tidak, saya akan terus berkarya,'' katanya di Gedung Sapta Pesona, Medan Merdeka, Jakarta, belum lama ini.

Putu yang lewat cerpen, novel serta lakon-lakon teaternya dianggap memperkaya kasanah sastra dan teater kontemporer Indonesia mengatakan di Malaysia seniman sepertinya benar-benar dipelihara negara. Dari biaya hidup, rumah sakit, dan keperluan lainnya, semuanya ditanggung negara.

''Jadi, pekerjaan seorang seniman, sastrawan atau siapa pun yang dianggap aset Negara, hanya berkarya dan berkarya,'' kata dia. Putu mengakui hal tersebut sulit dipenuhi saat ini. Namun, suatu saat bukan tidak mungkin Indonesia mampu mewujudkannya. ''Karena hal semacam ini sudah dilakukan oleh Thailand, Singapura dan Malaysia''.

Dengan memelihara aset negara seperti kebudayaan dan seni yang ditekuni para seniman, menurut Putu, timbal balik yang didapatkan negara jauh lebih besar. ''Satu kata yang bermutu yang dihasilkan seorang sastrawan akan membuat kenyang orang banyak dalam jangka waktu yang lebih lama.' (G20-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA