| Senin, 19 Desember 2005 | NASIONAL |
Minum Racun, Kakak-beradik Tewas
SURABAYA-Kasihan benar nasib kakak-beradik warga Desa Jeblok, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Binti Rohmatin (33) dan Ryan Adiputra (10), Sabtu (17/12) petang ditemukan tewas akibat bunuh diri dengan cara makan makanan yang telah dicampur dengan racun babi. Peristiwa mengenaskan itu pertama kali diketahui Surani (35), kakak pertama kedua korban. Kedua adiknya tersebut telah membujur kaku di kamar Binti Rohmatin. Kedua korban adalah anak pasangan Wagimin dan Jaenah (almarhum). Korban Binti Rohmatin adalah anak nomor dua, sedangkan Ryan Adiputra anak bungsu dan masih duduk di kelas 5 SD Bendosewu 3 Talun. Korban Binti Rohmatin nekat mengakhiri hidupnya diduga karena stres. Harapannya untuk menikah dengan pujaan hatinya sekitar lima tahun lalu ternyata dimentahkan orang tuanya. Sebab, pemuda yang dicintai Binti belum bekerja dan dikabarkan senang mabuk. Sementara itu, adiknya diduga diajak kakaknya untuk mengakhiri hidupnya. Sehari-harinya kakak-beradik itu selalu bersama. Kapolsek Talun AKP Sudiatmaji saat dihubungi wartawan, Minggu (18/12), menyatakan, kemungkinan besar kejadian ini karena salah satu korban stres. "Korban (Binti) pernah dilarang menikah," kata Sudiatmaji. Bagaimana awalnya kakak-beradik ini diketahui tewas bunuh diri? Sabtu petang Surani baru kembali dari sawah. Sampai di rumahnya, dia melihat Binti dan Ryan tidur di kamar Binti. Tapi ketika kedua adiknya dipanggil, tak ada jawaban. Merasa ada yang tak beres, Surani mengadu kepada warga sekitar dan bersama-sama memeriksa kedua adiknya. Saat diperiksa dan mencoba menggoyang-goyang tubuh kedua korban, keduanya telah terbujur kaku. Melihat kondisi tubuh kedua korban, diduga kakak-beradik itu tewas dengan cara menenggak racun tymex yang dicampur dalam makanan yang disantap keduanya. Indikasinya, dari mulut kedua korban keluar busa. Petunjuk lainnya di tempat tidur keduanya ditemukan ada piring berisi sisa makanan berupa nasi dengan sayur jeroan ayam yang diduga telah dicampur racun. Tampaknya, makanan dengan ikan jeroan ayam tersebut dicampur dengan racun tymex, yang biasa dipakai membasmi babi hutan. Dugaan itu makin kuat setelah kedua korban dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar, untuk divisum. Hasilnya, makanan itu mengandung racun tymex. (G14-29t) |