logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 NASIONAL
Line

Gus Dur Deklarasikan Islam Damai

JAKARTA - Ketua Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hasil Muktamar Semarang, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengemukakan, selama ini terdapat kelompok yang mengatasnamakan Islam untuk aksi terorisme. Padahal, yang mengajarkan kekerasan dalam agama itu adalah mereka yang salah memahaminya.

Penegasan itu dia sampaikan pada Minggu (18/12) pagi sebelum melepas puluhan ribu peserta jalan santai PKB di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta. Pada acara tersebut sekaligus dideklarasikan slogan ''Islam for Peace''. Gus Dur didampingi Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar dan para fungsionaris PKB lain, seperti Zannuba Arifah Chafsoh, M Lukman Edy, dan M Hanif Dakhiri.

Gus Dur yang mengenakan baju putih, kopiah hitam, dan celana hitam itu tidak mau ketinggalan untuk bergabung dengan warga PKB. Dengan menggunakan kursi roda dan didorong anggota TNI, dia ikut jalan santai dari Bundaran HI hingga ke Parkir Timur Senayan Jakarta.

Massa dalam perjalanan tersebut melambaikan ribuan bendera hijau bertuliskan ''Islam For Peace'' yang menandakan Islam sebagai mayoritas bangsa Indonesia antikekerasan, antiradikalisme, dan antiterorisme. Mereka adalah Islam yang moderat dan cinta damai.

Pada jalan santai yang berlangsung sejak pagi hingga siang dalam cuaca cerah tersebut, sejumlah peserta memperoleh beberapa hadiah, antara lain 9 orang umrah ke Tanah Suci Makkah, 3 motor, 100 beasiswa masing-masing Rp 500.000, 15 handphone, 10 pesawat TV 21 inci, dan 50 kipas angin. Peserta tampak antusias karena dihibur dangdut oleh artis Ibu Kota.

Menyinggung Islam yang damai, Gus Dur menekankan, jika Islam yang benar itu adalah Islam tidak marah-marah, sebaliknya Islam yang salah adalah mereka yang terus marah dan melakukan kekerasan seperti terorisme.

''Wong hidup di dunia sekali saja kok marah-marah. Tuhan pun tidak memerintahkan demikian,'' ujarnya yang disambut yel-yel ''Hidup Gus Dur'' dan ''Hidup PKB'' dari ribuan peserta tersebut.

Pendeklarasian slogan ''Islam for Peace'', lanjut mantan ketua umum PBNU itu, adalah untuk menunjukkan kepada dunia dan bangsa Indonesia bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan dan terorisme. Sebab, selama ini ada kelompok-kelompok tertentu yang mengatasnamakan Islam untuk aksi terorisme.

Dalam manifesto Islam damai itu, Gus Dur dan para kiai PKB melepas 45 ekor burung merpati dan ratusan balon hijau bertuliskan ''Islam for Peace.'' Pada kesempatan itu, Ketua DPP PKB A Muhaimin Iskandar mengajak semua simpatisan dan jajaran struktrual partai itu hingga ke daerah untuk mengampanyekan Islam damai. ''Tradisi pemahamam Islam di pesantren yang inklusif, toleran, moderat, dan cinta damai harus terus dikumandangkan. Sebab, akhir-akhir ini banyak yang memahami Islam secara salah sehingga dijadikan dasar untuk aksi kekerasan dan terorisme,'' ungkap Muhaimin.

Ketua panitia jalan santai yang juga putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh (Yeni Wahid), menyatakan dirinya terharu terhadap respons masyarakat Jabotabek untuk kampanye ''Islam for Peace'' itu. Sebab, para peserta yang ikut lebih banyak dari yang dia perkirakan. (di-49j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA