| Senin, 19 Desember 2005 | NASIONAL |
Impian Liverpool Terkubur
YOKOHAMA- Juara Eropa, Liverpool, harus pulang ke Inggris dengan tangan hampa. Gol tunggal Miniero pada babak pertama membuat Sao Paulo menjadi kampiun Piala Dunia Antarklub di Yokohama Stadium, Yokohama, Jepang, Minggu (18/12). Ini merupakan gelar ketiga Sao Paulo selama keikutsertaannya di ajang ini, yang dulu hanya mempertemukan dua klub, juara Libertadores Amerika Selatan dan juara Liga Champions Eropa. Di kubu Liverpool, hasil ini menambah kesedihan bagi arsitek tim, Rafael Benitez. Tidak pulangnya pelatih Liverpool itu ke Madrid untuk menjumpai sang ayah untuk kali terakhir menjadi sia-sia. Ayah Benitez, Francisco, meninggal dunia setelah menderita sakit, tepat sehari sebelum final tersebut digelar. Berlaga di hadapan puluhan ribu pendukung kedua tim, Liverpool langsung menekan pertahanan Sao Paulo. Namun tim asal Brasil ini malah bisa mencuri gol terlebih dahulu. Mineiro membawa Sao Paulo unggul pada menit ke-27. Ia berhasil memanfaatkan umpan cantik Marcio Amoroso ke arah barisan pertahanan Liverpool yang sedikit lengah, yang membuatnya bisa dengan mudah mengecoh kiper Pepe Reina. Tertinggal satu gol tidak membuat Liverpool goyah. Mereka justru semakin gencar melakukan tekanan. Terbukti dalam kurun waktu dua menit pasca-kebobolan itu, tiga peluang tercipta. Luis Garcia menjadi pengancam gawang Rogerio Ceni. Namun sayangnya dua bola hasil umpan Xabi Alonso tersebut gagal menembus jala lawan. Steven Gerrard juga mendapat peluang menyamakan kedudukan pada menit ke-37, tapi lagi-lagi bola hanya melebar ke samping kanan gawang Ceni. Skor 1-0 pun bertahan hingga babak pertama usai. Ceni Gemilang Memasuki babak kedua, Liverpool tetap mempertahankan dominasinya. Hampir sepanjang pertandingan the Reds mengurung Sao Paulo di daerahnya sendiri. Namun kecemerlangan Ceni berhasil menggagalkan sejumlah peluang yang tercipta. Aksi kepahlawanan Rogerio Ceni pada babak kedua adalah ketika menggagalkan tendangan bebas Gerrard menit ke-54. Bola yang mengarah ke sudut atas gawang berhasil ditepisnya dengan baik. Peluang Harry Kewell tiga menit berselang menjadi aksi gemilang lain Ceni. Bola crossing pemain Australia ini, yang mengarah ke tiang jauh, berhasil dimentahkannya. Menit ke-61 sebenarnya menjadi saat berbahagia bagi kubu Liverpool, setelah Luis Garcia akhirnya bisa membobol tembok kokoh Ceni. Tapi wasit menganulir gol itu karena menilai pemain Spanyol ini berada dalam posisi offside. Empat menit kemudian, Ceni lagi-lagi menggagalkan peluang pasukan Rafa Benitez. Tendangan Luis Garcia dari jarak dekat berhasil ditepisnya keluar lapangan dan hanya menghasilkan tendangan sudut. Kondisi ini membuat Gerrard cs terlihat sedikit frustrasi. Menit ke-89 Liverpool memperoleh kesempatan yang ke sekian kalinya. Florent Sinama Pongole mengancam gawang Ceni ketika terjadi kemelut di depan gawang Sao Paulo. Pemain yang menggantikan Mohammed Sissoko ini berhasil menggetarkan jala Sao Paulo lewat sontekan jarak dekatnya, namun wasit lagi-lagi menganulir gol Liverpool karena dinilai offside. Tak ayal, keputusan wasit tersebut membuat skuad Liverpool putus harapan. Skor 1-0 pun bertahan hingga babak kedua usai dan sekaligus mengukuhkan Sao Paulo sebagai juara 2005. (rtr,F3,ant-40) | ||||