logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 MURIA
Line

Air Waduk Seloromo dan Gunungrowo Tetap Minim

PATI - Meski sudah musim hujan, volume air Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, dan Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat, masih tetap minim. Padahal, hujan terus mengguyur sejak beberapa hari lalu.

Nardi, petugas Subdin Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Kabupaten Pati menyatakan, pihaknya belum bisa memprediksi perubahan iklim yang terjadi saat ini. Terlambat dan rendahnya curah hujan yang biasanya cukup tinggi pada November dan Desember. menurut dia, menjadi faktor penyebab masih minimnya volume air kedua waduk tersebut.

Oleh karena itu, dia mengaku masih akan mencermati bagaimana curah hujan pada bulan depan (Januari 2006). ''Jika kondisinya masih tetap sama dengan bulan-bulan sebelumnya, hal itu menandakan sampai berakhirnya musim hujan sekitar Maret 2006, volume air waduk tentu tak bisa maksimal,'' tuturnya.

Sehubungan hal itu, mulai sekarang pihaknya harus mempersiapkan upaya antisipasi untuk menghadapi kondisi tersebut, terutama pada musim tanam (MT) II, sekitar April.

Apalagi, para petani di jalur irigasi kedua waduk itu mempunyai kebiasaan yang tidak bisa dicegah, yaitu terus menerus menanam padi. Namun bila hal itu dipaksakan, ancaman kekurangan air untuk kegiatan bercocokan tanam di wilayah jaringan irigasi tersebut tak bisa dihindari. ''Karena itu, sehabis MT I (Oktober-Maret), bila sudah selesai panen padi, kami mengharap para petani bisa menyiapkan tanaman palawija,'' sarannya.

9,5 Juta M3

Lain halnya bila pada Januari nanti terjadi perubahan iklim, sehingga curah hujan di daerah tangkapan air sekitar kedua waduk itu cukup tinggi. Jika kondisinya demikian, pada MT II petani masih tetap aman dari ancaman kekeringan bila menanam padi.

Tapi jika yang terjadi sebaliknya, maka kebiasaan memaksakan kehendak untuk mendapatkan air dari waduk harus dihentikan. Apalagi sampai pertengahan bulan ini Waduk Seloromo yang mempunyai kapasitas daya tampung air 9,5 juta meter kubik baru terisi 362.375 meter kubik.

Hal yang sama juga terjadi di Waduk Gunungrowo, yang mempunyai daya tampung air sebanyak 5.750.000 meter kubik, ternyata baru terisi 283.330 m3.

Melihat kondisi tersebut, maka sampai berakhirnya musim hujan volume air waduk diperkirakan tetap tak akan bisa memenuhi kapasitas. Perkembangan kondisi volume air waduk seperti itu, oleh pihaknya setiap saat dilaporkan kepada pihak yang berkompeten, yakni Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Provinsi Jawa Tengah di Semarang.(ad-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA