logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 MURIA
Line

Serangan DBD Tahun 2006 Diprediksi Melonjak

  • Dana Fogging Habis

BLORA - Mengantisipasi bertambahnya penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) berdasarkan siklus lima tahunan, Dinas Kesehatan (Dinkes) melibatkan pula beberapa organisasi kewanitaan. Di antaranya fatayat dan muslimat NU, serta Aisiyah Muhammadiyah.

Kepala Dinkes, dokter Budhi Tjahjanto MM, melalui Kasubdin Kesehatan Keluarga, dokter Henny Indriyati MKes, mengemukakan, siklus lima tahunan penyakit DBD di Blora ditandai dengan melonjaknya jumlah penderita.

Dia menyebutkan, pada 1996 jumlah penderitanya mencapai lebih dari 600 orang, dan pada 2001 menyerang lebih dari 400 orang.

Henny mengatakan, jika mendasarkan pada siklus lima tahunan itu, maka diperkirakan pada 2006 akan terjadi lonjakan jumlah penderita DBD.

''Kami perlu mengantisipasi siklus lima tahunan itu. Makanya, semua komponen masyarakat kami libatkan dalam pencegahan dan pemberantasannya, termasuk organisasi kewanitaan,íí tandasnya.

Dikatakan dia, kader organisasi kewanitaan yang sudah mengakar di masyarakat diharapkan bisa membantu tugas Dinkes. Terutama memberikan penerangan kepada masyarakat tentang pentingnya program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur media perkembangbiakan nyamuk. ''Dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada kader organisasi itu, kami berharap para kader membantu tugas kami,'' ujarnya.

Henny menyebutkan, selain organisasi kewanitaan, pihaknya juga melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan. LSM tersebut akan melakukan pendampingan terhadap masyarakat dan petugas dalam mencegah dan memberantas DBD.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, Lilik Hernanto, mengatakan, gerakan PSN menjadi sangat penting, sebab gerakan tersebut relatif tidak membutuhkan dana.

Menurut dia, untuk sekali fogging (pengasapan) memerlukan dana lebih dari Rp 1 juta. Padahal, dana untuk fogging tersebut kini sudah habis.

''Terus terang, dana untuk pencegahan DBD dari APBD sudah habis. Karena itu, kami meminta warga semakin menggiatkan PSN. Karena, cara itulah yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD,'' tandasnya. (aiz-54a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA