logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 MURIA
Line

Pergaulan Berbingkai Norma

Oleh: Munawir Aziz - Siswa MA Raudlatul Ulum, Guyangan, Trangkil, Pati

PERGAULAN remaja, belakangan ini menunjukkan keprihatinan sehubungan dengan maraknya ''kecelakaan'' mental dan fisik yang dialami remaja pada umumnya.

Musibah mental itu, di antaranya adalah pengonsumsian narkoba dan sejenisnya di kalangan pelajar SMA yang bahkan merambah ke siswa SLTP. Memang, narkoba tidak hanya ''menyerang'' pelajar; tetapi pada usia-usia pelajarlah, konsumen terbesar yang diincar oleh pengedar barang-barang terlarang tersebut.

Keprihatinan lain akan kesalahan pergaulan, adalah banyaknya siswi yang mengalami MBA (Marriage by Accident). Lebih-lebih, itu terjadi di kota besar yang beriklim metropolitan. Hamil sebelum nikah, seakan-akan membudaya; pacaran lebih banyak menjadi ajang fantasi seksual ketimbang interaksi sosial yang positif.

''Kecelakaan'' itu, bisa terjadi karena pengetahuan maupun kedewasaan akan seksual yang kurang, bisa pula karena kecerobohan yang disadari. Yang jelas, hamil sebelum nikah dan kecanduan narkoba adalah sisi pergaulan yang negatif.

Bergaul memang menjadi kebutuhan mutlak umat manusia untuk saat ini, sebagai aktualisasi diri dan simbol interaksi sosial. Pergaulan dan komunikasi, menjadi bangunan utama aktivitas manusia sebagai makhluk sosial.

Dapat dikatakan, tanpa pergaulan hidup manusia menjadi terasing, terkurung, dan terpenjara dalam sekat-sekat globalisasi.

Pedoman Bergaul

Ada beberapa pedoman dalam bergaul yang masih dalam bingkai norma dan etika. Pertama, membongkar dan memperbarui mind-set kita tentang pergaulan. Dengan semangat itu, pergaulan akan menjadi lebih terfokus dalam tujuan-tujuan yang positif-konstruktif.

Kedua, memilih teman. Teman (partner) dalam pergaulan adalah poin utama dalam pengembangan diri. Teman tidak hanya membantu kita dalam upaya memecahkan permasalahan yang ada, tapi lebih dari itu juga menjadi ''musuh'' kita, serta sebagai motivator yang paling berpengaruh.

Ketiga, memilih lingkungan. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang memungkinkan diri kita untuk berkembang dan maju. Lingkungan yang kondusif, dapat menjadi sebuah bingkai dalam setiap aktivitas kehidupan kita.(17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA