logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 MURIA
Line

Pemkab Tolak Beras Impor

KUDUS - Meski berkesan lambat untuk menyikapi kegelisahan petani di Kota Kretek mengenai rencana pemerintah mengimpor beras, Pemkab Kudus akhirnya mengambil sikap tegas yakni menolak hal itu (kebijakan impor).

Melalui sarasehan yang digelar antara Pemkab dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus, diputuskan Pemkab menolak beras impor di daerah setempat.

Kabid Perdagangan pada Dinas Perindagkop Kudus, Sugiyono, mengemukakan hal itu dalam pertemuan yang digelar Kamis (15/12) di Aula Dinas Pertanian Kudus.

Menurutnya, sebelum dinyatakan dalam forum tersebut, pihaknya mengaku juga sudah mengemukakan hal serupa dalam sejumlah kesempatan.

''Sampai saat ini, kami memang belum menemukan adanya beras impor di pasaran di Kudus,'' ucapnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris KTNA Kudus, Hadi Sucahyono, ketika ditemui Suara Merdeka Minggu (18/12) mengemukakan, sikap itu memang diyakininya sebagai suatu hal yang terlambat. Pasalnya, ketika isu tersebut diembuskan pemerintah pusat, di sejumlah wilayah terjadi sentimen penurunan harga gabah di tingkat pedagang.

''Hal itu, tentu saja meresahkan petani,'' katanya.

Selain itu, pihaknya juga masih menyangsikan kesungguhan pemerintah untuk mengontrol sistem yang dibangun dari atas tersebut. Permasalahannya, dia menambahkan, seringkali upaya yang dilakukan untuk mengontrol peredaran beras impor -sesuatu yang oleh sebagian petani sangat dikeluhkan- belum efektif di tingkat bawah.

Tetap Turun

''Harga beras masih tetap turun, berkait dengan isu tersebut,'' ucapnya.

Karena itu, ia meminta Pemkab Kudus untuk secara serius melakukan pengawasan ke sejumlah pintu masuk perdagangan beras di Kota Kretek tersebut. Selain itu, pihak terkait hendaknya juga melakukan operasi pasar, jika di lapangan dijumpai adanya beras impor.

Ketua KTNA Kecamatan Dawe, Kudus, Haji Rondi, secara tegas menyatakan menolak beras impor tersebut. Hal itu didasarkan kepada pengalaman sebelumnya; yakni jika pemerintah memaksakan diri memasukkan beras dari negara lain, harga komoditas tersebut di tingkat petani lokal akan cenderung jatuh. ''Hal itu, tentu akan sangat merugikan petani,'' ucapnya.(H8-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA