logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 MURIA
Line

Operasi Penyakit Masyarakat di Hotel-hotel Diduga Bocor

  • Enam Pasangan Selingkuh Terjaring

PATI - Operasi terhadap penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Polres Pati, Sabtu malam (17/12) lalu di hotel-hotel dan tempat karaoke, diduga bocor. Terbukti, meskipun baru sekitar pukul 22:00 sudah ada hotel yang menutup pintu pagar depan.

Padahal, kata Kabag Ops Kompol, Drs Carto Nuryanto, operasi yang lebih banyak mengerahkan personel Polwan dengan dukungan unit satuan lain tersebut baru dimulai pukul 20.45.

Bahkan, di salah satu hotel yang selama ini ramai dengan kegiatan esek-esek para pekerja seks komersial (PSK), dan mendapat giliran pertama dirazia, justru sepi pengunjung.

Demikian pula ketika petugas bergerak ke sasaran hotel yang lain, dan baru tahap memberitahu petugas resepsionis, dua PSK buru-buru hendak meninggalkan tempat tersebut.

Akan tetapi, Polwan yang mengetahui hal itu tidak mau dikelabuhi; mereka langsung menggiring dua PSK ke salah satu ruangan untuk dilakukan pemeriksaan.

Selain diminta menunjukkan identitas, kedua PSK itu juga dicurigai sebagai pengguna narkoba. Dalam Penggeledahan di kamar lain, Polwan juga menemukan pasangan selingkuh; termasuk seorang kakek yang berada di kamar lain didapati selesai kencan dengan pasangan selingkuhnya. Namun, perempuan pasangannya sudah tidak ada di kamar tersebut.

''Besar kemungkinan, begitu mendengar ramai-ramai ada razia, perempuan tersebut segera menyelinap keluar untuk bersembunyi,'' ucapnya.

Mahasiswi

Karena hotel lain yang menjadi sasaran sudah tutup, petugas segera bergerak ke salah satu hotel di Jl P Sudirman. Di tempat itu, didapati tiga pasangan selingkuh; satu di antaranya mengaku seorang mahasiswi salah satu akademi di Semarang yang kemalaman ketika bermain di rumah salah seorang temannya sehingga harus menginap di hotel.

Seorang lainnya, juga mengaku mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang, asal Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Dia kedapatan berada dalam kamar dengan seorang lelaki paro baya yang mengaku sebagai pamannya.

Kendati demikian, Polwan yang menangani masalah itu tidak kenal kompromi. Ketiga pasangan selingkuh tersebut tetap dibawa ke Mapolres.

Dalam gebrakan tersebut, terlebih dahulu petugas merazia tempat karaoke di kompleks Plasa Puri dengan mengangkut empat dari delapan perempuan pemandu karaoke (PK).

Selain tidak mempunyai identitas, dua di perempuan itu juga dicurigai sebagai pengguna narkoba. Para PK itu, setelah dilakukan pemeriksaan urin, ternyata hasilnya negatif.

Dari tempat yang sama, petugas juga menggelandang dua pemabuk karena menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Hasil operasi malam itu, enam pasangan selingkuh dan lima perempuan PK tidak beridentitas diangkut ke Mapolres untuk diberikan pembinaan. ''Selebihnya, dua perempuan PK yang dicurigai sebagai pengguna narkoba dan dua pemabuk, harus bermalam di Mapolres,'' ucapnya.(ad-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA