| Senin, 19 Desember 2005 | MURIA |
Penanganan BCB Patiayam LambatKUDUS- Pengelolaan Benda Cagar Budaya (BCB) yang ditemukan pada pegunungan Patiayam di sekitar Dukuh Karangsuda, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus oleh Pemkab Kudus dinilai DPRD lambat dan terkesan tidak serius. Ketua Komisi B DPRD Kudus, Sururi Mujib SAg, Sabtu (17/12) malam, di sela acara parade pembacaan puisi karya Thomas Budi Santoso di Pendapa Kabupaten, melontarkan pernyataan tersebut. ''Belum ada kejelasan mau dibawa ke mana pengelolaan situs purba Patiayam,'' ucapnya. Dikatakannya, eksekutif harusnya menyiapkan sebuah masterplan yang berisi pengelolaan Patiayam baik untuk jangka pendek maupun jangka menengah. Dengan demikian, dia menambahkan, peninggalan sejarah yang ada di lokasi tersebut dapat diselamatkan dan dilestarikan. ''Sekarang ini, rancangan anggaran untuk Patiayam saja belum jelas. Lalu bagaimana kegiatan penyelamatan dan pelestarian dapat dilakukan,'' ungkapnya. Dia menuturkan, dalam penanganan situs yang mempunyai nilai sejarah tinggi tersebut diperlukan sebuah komitmen awal dari pemkab untuk mengelola tempat tersebut. Setidaknya, ada sebuah langkah dan itikad yang serius dari pemerintah untuk penyelamatan dari fosil yang ditemukan. Pusat Informasi ''Untuk tahapan pertama saya merekomendasikan untuk terlebih dahulu menyelamatkan temuan fosil yang ada. Selain itu, sesegara mungkin dibentuk sebuah pusat informasi sebagai media yang menampung data-data yang berhubungan dengan situs tersebut,'' urainya. Ketika disinggung mengenai keberadaan Museum Kretek, sebagai alternatif tempat penyimpanan fosil tersebut, Sururi menolak. Menurutn dia hal tersebut bukan merupakan langkah yang tepat, karena hingga kini pengelolaan museum itu belum jelas. ''Pemkab lambat dalam penanganan lokasi bersejarah tersebut. Jika telah ada komitmen yang benar-benar serius dan jelas maka anggaran baik dari tingkat dua maupun provinsi akan keluar. Sehingga permasalahan dana, yang selama ini sebagai batu sandungan dalam penyelamatan dan pelestarian situs Patiayam dapat teratasi,'' tandasnya.(tik-17) |