logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Desember 2005 SEMARANG
Line

Pengerjaan Jalan dan Jembatan di Kabupaten Semarang Ditunda

SEMARANG - Pelaksanaan proyek jalan dan jembatan tahun 2005 di Kabupaten Semarang mau tidak mau harus ditunda. Penundaan itu menyusul munculnya gugatan dari PT Alimdo Ampuh Abadi (AAB) terhadap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Kuasa hukum PT AAB, Dani Sriyanto, di Semarang, kemarin mengungkapkan, majelis hakim PTUN melalui suratnya No 42/G/TUN/2005/PTUN.SMG tertanggal 15 Desember 2005 telah menetapkan penundaan tersebut.

Dani menjelaskan, dalam surat penetapan itu disebutkan, pihak tergugat sesuai dengan kewenangannya diminta menunda pelaksanaan surat keputusan, yang menjadi objek sengketa. Surat keputusan yang menjadi objek sengketa itu adalah berita acara pelaksanaan pekerjaan (aanwijzing) Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa DPU Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan No 050/004/BAP/BM-PEME/2005 tanggal 12 Agustus 2005 tentang Kegiatan Pemeliharaan Berkala Jalan dan Jembatan.

Selain itu, hakim PTUN juga meminta menunda surat penetapan lelang dari DPU, selaku pengguna anggaran No 050/024/PPBJ/BM/2005 dan No 050/025/PPBJ/BM/2005 tanggal 7 September 2005 tentang Pemenang Lelang untuk Paket Pemeliharaan Berkala Jalan (DAK) Paket I dan Paket II.

Pertimbangan penundaan itu, menurut hakim, sesuai surat penetapannya, penggugat merasa dirugikan dengan kepentingannya dengan diterbitkannya objek sengketa tersebut. Pasalnya, tergugat dalam menerbitkan objek sengketa seharusnya memperhatikan Keppres No 80/2003, yaitu, memprioritaskan peserta lelang (PT AAB), yang memberikan penawaran terendah. Sementara itu, pihak DPU telah memenangkan peserta lelang yang penawarannya lebih tinggi daripada PT AAB.

Akan Dirugikan

Penggugat juga sangat khawatir, jika objek sengketa tetap dilaksanakan tergugat. Selain kepentingannya, keuangan negara juga dapat dirugikan. Dani menjelaskan, pada 25 Agustus, kliennya telah menyampaikan dokumen penawaran ke DPU.

Nilai penawaran untuk DAK paket I adalah Rp 911,147 juta dan paket II Rp 948,464 juta. Namun, DPU memenangkan CV lain, yang harga penawarannya lebih tinggi. Penawaran pemenang lelang untuk paket I dan II adalah Rp 1 miliar lebih.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Muhammad Sulistiyanto mengatakan, karena perkara sudah ditangani PTUN, maka pihaknya menghormati penetapan PTUN dan tinggal menunggu hasilnya.

Sementara itu, Kepala DPU Soepartono, saat dikonfirmasi mengatakan, gugurnya PT Alimdo Ampuh Abadi (AAB) dari pemenangan lelang proyek jalan dan jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang tahun 2005 adalah akibat faktor teknis.

Dia membeberkan lokasi proyek jalan yang akan dikerjakan, yaitu, di Ungaran, Bawen, Tuntang, dan Gedongsongo. Sementara itu, pemilik AMP pendukung PT AAB, jaraknya dengan lokasi proyek melebihi 80 km.

"Dalam persyaratan, kontraktor yang tidak memiliki AMP, bisa bekerja sama dengan pemilik AMP, tapi jarak pemilik AMP dengan lokasi proyeknya tidak melebihi 80 km. Nah, gugurnya di sini, pemilik AMP pendukungnya ada di Sukoharjo sana, yang jaraknya dengan lokasi proyek lebih 80 km," kata dia.

Lebih lanjut Soepartono mengatakan, PT AAB memang memiliki harga penawaran terendah. Namun, soal harga, menurut dia, bukan satu-satunya yang utama. Dijelaskannya, dalam pekerjaan lelang proyek, yang pertama kali diutamakan untuk dipenuhi kontraktor adalah persyaratan administrasi. Kedua, persyaratan teknis, baru kemudian masalah penawaran harga. (yas-18h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA