|
|
- Ada angin sejuk dan kabar yang enak didengar dari Ungaran. Pertemuan
Bupati Semarang Bambang Guritno dengan DPRD akhirnya terwujud. Meskipun
masih berada dalam suasana yang belum cair benar, pertemuan itu tentu saja
banyak memberikan harapan ke depan. Setidaknya, kedatangan Bupati yang
kemudian diterima Ketua DPRD Saryono beserta unsur pimpinan legislatif
setempat mengisyaratkan adanya keinginan untuk kembali bersama-sama memikirkan
rakyat dalam arti yang sesungguhnya.
|
 |
- Sangat patutlah gerakan ini diberi respek khusus. Ya, penanaman 2.000
lebih bibit mangrove di sekitar Pantai Morosari, Desa Bedono, Sayung, Demak,
Selasa lalu boleh dicatat sebagai sebuah terobosan baru dalam mengapresiasi
cinta lingkungan. Yang "digerakkan" dalam kegiatan tersebut adalah
anak-anak sekolah, yakni siswa kelas IV dan V SD Negeri 01 dan 02 Bedono.
Penanaman bibit bakau itu diadakan atas kerja sama LSM Jepang, OISCA Academy
dengan Kelompok Mangrove Bahari (KMB) yang didukung oleh Dinas Perikanan
dan Kelautan Pemkab Demak.
|
 |
''SIAPA aku? Pekcun!'' Lalu lelaki muda, tampan, cerdas, spontan,
dan konyol itu tertawa terbahak-bahak. Siapa tak kenal lelaki muda itu?
Aktor yang dihargai sebagai selebriti paling ternama di negeri ini. Pria
beranak-bini yang kesulitan ''atau mungkin merasa tak perlu'' merumuskan
identitas atau jatidirinya. Pekcun alias ''perek culun'' yang ia sebut
untuk melukiskan dirinya memberi nada bermacam-macam: ironis, kritis, tak
acuh, jujur, spontan, dan praktis.
|
 |
DULU sih kalangan seniman atau cendekiawan tersinggung jika satu
dua di antara mereka mencipta untuk memperoleh uang. Ada saja cap yang
diterakan di jidat mereka. Mata duitanlah, komersiallah, sampai tudingan
produk mereka bukanlah hasil kerja kreatif tetapi komoditas yang layak
atau tak layak dipasarkan. Hanya satu dua maestro saja yang bebas dari
berbagai tudingan itu, di antaranya tentu saja Affandi dan Rusli. Lainnya,
cuma orang cari uang saja pakai kesenian!
|
 |
Saya menanggapi tulisan Sdr Muh Rifqi Adianta dari Tegal di Surat Pembaca,
4 Desember 2005 mengenai teroris yang tertangkap, mengamalkan ajaran menyimpang
dengan menerapkan cara berpakaian menurut As Sunnah dan Alquran.
|
|