SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 15 Desember 2005

- Ada angin sejuk dan kabar yang enak didengar dari Ungaran. Pertemuan Bupati Semarang Bambang Guritno dengan DPRD akhirnya terwujud. Meskipun masih berada dalam suasana yang belum cair benar, pertemuan itu tentu saja banyak memberikan harapan ke depan. Setidaknya, kedatangan Bupati yang kemudian diterima Ketua DPRD Saryono beserta unsur pimpinan legislatif setempat mengisyaratkan adanya keinginan untuk kembali bersama-sama memikirkan rakyat dalam arti yang sesungguhnya.

- Sangat patutlah gerakan ini diberi respek khusus. Ya, penanaman 2.000 lebih bibit mangrove di sekitar Pantai Morosari, Desa Bedono, Sayung, Demak, Selasa lalu boleh dicatat sebagai sebuah terobosan baru dalam mengapresiasi cinta lingkungan. Yang "digerakkan" dalam kegiatan tersebut adalah anak-anak sekolah, yakni siswa kelas IV dan V SD Negeri 01 dan 02 Bedono. Penanaman bibit bakau itu diadakan atas kerja sama LSM Jepang, OISCA Academy dengan Kelompok Mangrove Bahari (KMB) yang didukung oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Demak.

''SIAPA aku? Pekcun!'' Lalu lelaki muda, tampan, cerdas, spontan, dan konyol itu tertawa terbahak-bahak. Siapa tak kenal lelaki muda itu? Aktor yang dihargai sebagai selebriti paling ternama di negeri ini. Pria beranak-bini yang kesulitan ''atau mungkin merasa tak perlu'' merumuskan identitas atau jatidirinya. Pekcun alias ''perek culun'' yang ia sebut untuk melukiskan dirinya memberi nada bermacam-macam: ironis, kritis, tak acuh, jujur, spontan, dan praktis.

DULU sih kalangan seniman atau cendekiawan tersinggung jika satu dua di antara mereka mencipta untuk memperoleh uang. Ada saja cap yang diterakan di jidat mereka. Mata duitanlah, komersiallah, sampai tudingan produk mereka bukanlah hasil kerja kreatif tetapi komoditas yang layak atau tak layak dipasarkan. Hanya satu dua maestro saja yang bebas dari berbagai tudingan itu, di antaranya tentu saja Affandi dan Rusli. Lainnya, cuma orang cari uang saja pakai kesenian!

Saya menanggapi tulisan Sdr Muh Rifqi Adianta dari Tegal di Surat Pembaca, 4 Desember 2005 mengenai teroris yang tertangkap, mengamalkan ajaran menyimpang dengan menerapkan cara berpakaian menurut As Sunnah dan Alquran.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA