| Kamis, 15 Desember 2005 | PANTURA |
Warga Bandungan Masih Terjerat RentenirKAJEN- Naiknya berbagai barang pascakenaikan BBM beberapa waktu lalu menyulitkan masyarakat kecil. Sebagian besar warga Bandungan, Kajen, Kabupaten Pekalongan terpaksa utang kepada rentenir untuk memenuhi kebutuhan. Ketua RT 6 RW 2, Casbowo (50) menandaskan banyak warganya yang meminjam uang kepada rentenir untuk memenuhi kebutuhan. Berbagai harga kebutuhan naik, bahkan biaya nikah juga dinilai tinggi bagi masyarakat. Mewakili warga, Casbowo belum lama ini mengadukan hal itu kepada Bupati Pekalongan Amat Antono yang berkunjung ke desa tersebut. Koperasi desa, tutur dia, sebenarnya diharapkan bisa membantu warga. Namun, kenyataannya tak bisa berbuat apa-apa karena kesulitan modal. "Koperasi sebagai unit kegiatan andalan masyarakat tak bisa berbuat apa-apa, karena kurang modal," tandasnya. Sudarno (40), salah seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan, warga Bandungan sebenarnya punya banyak tradisi dan bisa digunakan untuk kepentingan bersama, termasuk meningkatkan ekonomi. Warga Bandungan punya paguyuban yang diberi nama Klakuka, kepanjangan dari lare-lare kulon lapangan yang anggotanya cukup banyak. Kelompok itu, kata dia, sebenarnya punya banyak kegiatan yang bisa dimanfaatkan seperti koperasi, bina keluarga balita, atau bina keluarga lansia. "Hanya, mereka butuh dukungan. Baik pendanaan maupun peningkatan SDM," tuturnya. Selain itu, Bandungan juga punya tradisi sedekah bumi yang digunakan untuk media dakwah.Tradisi turun-temurun itu pada perkembangannya juga digunakan untuk evaluasi pembangunan desa. Menanggapi keluhan tersebut, Bupati langsung memberikan bantuan permodalan terhadap koperasi desa Rp 1 juta. Dia berharap masyarakat secepatnya bisa terlepas dari jeratan rentenir. Soal biaya menikah yang tinggi, Bupati berjanji akan secepatnya melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan dinas terkait. (G16-52s) |