logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 PANTURA
Line

GNPK Temukan 10 Kasus Korupsi di Tegal

TEGAL - Meskipun belum resmi dilantik, Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kota Tegal mengaku berhasil menemukan 10 kasus korupsi di kota tersebut.

"Temuan korupsi itu berkat laporan masyarakat dan hasil investigasi kami sendiri," kata Ketua GNPK Kota Tegal Lutfi AN di rumahnya, Rabu (14/12) kemarin.

Dia semula merasa pesimistis dengan tugasnya di lembaga yang baru dibentuk satu bulan lalu itu. Namun, berkat dukungan masyarakat dan kerja keras pengurus, tugas pengungkapan tindak korupsi dapat dilaksanakan dengan lancar.

"Pada awalnya kami menilai tugas yang harus kami emban merupakan amanat sangat berat. Apalagi, di tengah kondisi korupsi yang sudah membudaya di lingkungan kita," katanya.

Sayang, mantan redaktur sebuah media lokal itu belum mau membeberkan hasil temuannya, dengan alasan pada saat ini dia masih melengkapi bukti dan data akurat.

Dia khawatir, apabila kasus yang sedang ditanganinya diungkapkan pada publik, orang yang diduga sebagai pelaku akan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

Tetapi, dia berjanji apabila mendekati final nanti, semuanya akan dia beberkan kepada masyarakat melalui media massa.

Butuh Keberanian

Dia menegaskan, dalam setiap pengungkapan kasus korupsi, sangat diperlukan dukungan masyarakat. Dukungan tersebut bisa berupa pelaporan awal tentang adanya tindak korupsi, bisa pula menyampaikan bukti-bukti yang diperlukan.

Namun, semuanya membutuhkan keberanian dari masyarakat sendiri. Menurutnya, dari 10 kasus yang ditemukan, delapan di antaranya bersumber dari keterangan masyarakat.

Bapak lima anak tersebut mengatakan, beban tugas GNPK yang dipimpinnya dalam pemberantasan korupsi merupakan amanat dari GNPK Pusat dan masyarakat. Karena itu, meskipun belum dilantik, dia berusaha menunjukkan kinerjanya.

Diakui, banyak hambatan yang dihadapi pasca-pembentukan GNPK Kota Tegal. Hambatan itu, katanya, justru dicurigai bersumber dari koruptor sendiri, keluarga koruptor, atau pun kroninya.

"Jika kami telusuri, hambatan pembentukan GNPK datang dari orang-orang yang menentang kebenaran dan tidak senang pada amar ma'ruf nahi munkar," kata dia.(lei-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA