| Kamis, 15 Desember 2005 | PANTURA |
Traktor Buatan Tegal DiluncurkanTegal - Traktor tangan bernama Sebayu 1 berkekuatan 8,5 PK yang dirancang dan dibuat oleh putra-putri Kabupaten Tegal selama setahun, Senin lalu diluncurkan . Pembuatan alat pengolah lahan pertanian itu didukung dengan dana Pemkab. Sisanya merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah perusahaan mesin dan besi yang berpusat di Lingkungan Industri Kecil Talang Cempaka Baru (LIK Takaru) seperti PT Frint Takaru dan PT Target. Dari Pemkab, dukungan datang dari UPT LIK Takaru yang memiliki peralatan uji laboratorium terhadap produk peralatan pertanian yang dihasilkan. Perusahaan lain yang turut berkiprah dalam proyek tersebut adalah UPT Paduyasa, di Kecamatan Lebaksiu. Menurut Kepala Kantor Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal (Kanperindagkop dan PM) Drs Imam Panani, proyek tersebut merupakan kerja sama instansinya di lingkungan industri itu dengan sejumlah perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUB) Takaru. "Kami merancang sendiri selama 2005 ini. Senin (12/12) lalu kami luncurkan sepuluh unit yang diberikan kepada kelompok petani berprestasi di 18 kecamatan," papar Ketua KUB Takaru Arwani. Harganya Miring Sebagai bahan perbandingan, traktor buatan Kabupaten Tegal tersebut harganya cukup miring. Barang buatan pabrik besar yang berkemampuan sama, harganya bisa mencapai Rp 17 juta hingga Rp 23 juta. "Traktor buatan kami seharga Rp 11,5 juta," kata Arwani. Keistimewaan alat pembajak sawah itu, kata dia, bentuknya kecil sehingga lincah pergerakannya. Kelincahan alat ini karena ditempatkan sistem pembelok (clutch) yang mudah dioperasikan sehingga untuk membajak lahan yang kecil, tetap bisa leluasa untuk berbelok. Kelebihan lain traktor tersebut mampu membajak sawah satu hektare hanya dalam 9,5 jam. Sebab, mesin diesel yang diberi nama NEFA model NS 85/RDI/I/N dengan silinder 487cc yang sudah dimodifikasi itu mampu menghasilkan tenaga 7,5 HP hingga 8,5 HP berkecepatan 2.200 rpm. Wakil Bupati Tegal HM Hammam Miftah SAg MM mengatakan, produksi tahap pertama traktor itu 20 unit. Semuanya diberikan sebagai hadiah kepada kelompok petani berprestasi. "Dalam waktu dekat traktor ini sudah dipasarkan secara umum. Karena mampu mencapai target produksi 30 - 50 unit per bulan. Harga perkenalan tetap Rp 11,5 juta," papar Hammam dalam peluncuran perdana traktor Sebayu 1, di objek wisata Cacaban, Senin (12/12) lalu. Dia juga sangat yakin, produk alat pembajak sawah tersebut mampu bersaing ketat dengan buatan pabrik-pabrik besar lainnya. (Riyono Toepra-52n) |