logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 PANTURA
Line

Ratusan Nelayan Berebut Air Sesaji Sedekah Laut

PEMALANG - Air sesaji sedekah laut yang diadakan nelayan di Dukuh Tanjungsari, Kelurahan Sugihwaras, Pemalang, menjadi rebutan ratusan pengunjung, kemarin. Air tersebut dipercaya akan membawa berkah bagi kehidupan nelayan.

Perayaan sedekah laut yang diselenggarakan setiap setahun sekali itu mendapat perhatian masyarakat. Sejak pagi masyarakat berduyun-duyun memadati lokasi acara di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjungsari. Para pedagang tiban dan pedagang mainan anak-anak pun ikut bersuka cita; mereka panen pembeli.

Para pengunjung tidak hanya melihat jalannya acara, tetapi ikut pula berebut air sesaji setelah Ki Dalang Sudirman melakukan ruwatan. Hadir dalam acara itu Bupati, HM Machroes SH, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Misoyosari, H Gustomi, serta pejabat lainnya.

Acara tersebut nyaris kacau, karena pengunjung merangsek maju ke tempat sesaji berupa dua perahu mini yang di dalamnya berisi beraneka ragam barang, seperti minuman dan makanan serta kepala kerbau. Padahal, saat itu ruwatan belum selesai. Setelah ruwatan selesai, mereka berebut air sesaji dengan membawa wadah botol.

Untung saja panitia bertindak sigap. Sebelum suasana bertambah kacau, perahu sesaji langsung diangkat dan diusung untuk dilarung di tengah laut.

Sehingga, pelarungan dapat dilaksanakan seperti yang direncanakan.

Keprihatinan

Menurut ketua panitia, Arifin, perayaan sedekah laut tahun ini diadakan dalam suasana keprihatinan nelayan. Karena, harga perbekalan melaut sedang mengalami kenaikan, terutama solar. Di sisi lain, harga ikan tidak dapat menutup modal yang dikeluarkan.

"Tetapi karena sudah menjadi tradisi turun temurun, perayaan sedekah laut tetap dilaksanakan seperti biasa," katanya.

Dikatakan, penyelenggaraan acara tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 81.470.000. Dana itu berasal dari sumbangan nelayan sebesar 0,5 persen dari hasil lelang ikan, bantuan KUD Mina Misoyosari sebesar Rp 5 juta, serta dari sponsor dan swadaya masyarakat lainnya.

Dana sebesar itu, sebagian digunakan untuk pengadaan sesaji sebanyak dua perahu mini dengan nilai Rp 4,5 juta. Perahu berukuran 200 cm x 80 cm dan 150 cm x 80 cm itu, dilarung ke tengah laut dengan jarak sekitar 6 mil. Selain pelarungan sesaji, diadakan pula khitanan masal yang diikuti oleh 22 anak.

Dalam sambutannya Bupati meminta kepada para nelayan untuk memberikan dukungan. Pihaknya akan memperhatikan terhadap pengembangan TPI Tanjungsari, terutama terhadap persoalan dangkalnya pintu muara yang selama ini dikeluhkan nelayan.

Direncanakan, pada tahun anggaran 2006 akan turun dana APBN sebesar Rp 1,9 miliar untuk pengerukan pintu muara yang dangkal. Dalam acara itu, dia juga menyumbang sebesar Rp 2 juta untuk panitia.(sf-52a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA