| Kamis, 15 Desember 2005 | OLAHRAGA |
Akasa Rambing Melangkah ke SemifinalSUKABUMI- Petinju Jateng Akasa Rambing masih belum terbendung sampai memasuki semifinal. Semalam, dia berhasil menghadang perlawanan petinju tuan rumah, Igusti Romroman di perempat final Kejurnas Tinju XXXIII di Pelataran Hotel Augusta Pelabuhan Ratu Sukabumi. Petinju Jabar, yang juga mantan petinju nasional itu, merupakan korban ketiga bagi Akasa sebelum petinju kelas ringan 60 kg ini melangka ke semifinal. Sebelumnya, dia sudah mencatat dua kali kemenangan. Dalam partai yang berjalan selama empat ronde, dengan masing-masing yang ronde dua menit tersebut, petinju terbaik Piala Kapolda Sumut tahun 2005 itu langsung menggebrak lawannya lewat senjata andalannya jab-staight dikombinasi hook. Hasilnya cukup memuaskan, petinju asal Sasana Bank Buana ini berhasil mendominasi jalannya pertandingan, dari ronde ke ronde. Pada ronde pertama, dia sudah nggul 6-1, 9-4, 11-6, diakhiri dengan kemenangan 17-7 pada ronde keempat. Di semifinal malam nanti, petinju yang gagal lolos di PON XVI Palembang itu akan berhadapan dengan Roby Rumaropen (Papua) yang sebelumnya menang angka 25-10 atas Danny (Kepulauan Riau). "Semuanya bakal ditentukan di atas ring. Tetapi kami optmistis Akasa bisa menjadi pemenang," jelas Pelatih Jateng, Muhar Sutan seusai pertandingan. Sementara itu, dari 10 petinju Jateng yang turun sampai semalam tinggal tiga petinju yang masih bertahan, setelah Kukuh Hery semalam kalah angka 13-29 dari Julianto (Riau) di kelas 75 kg. Sedangkan sehari sebelumnya Suprijatmiko kalah KO di ronde pertama dari petinju Manut Masa dari Maluku. Achmad Amri Pada pertandingan malam nanti tiga petinju Jateng Emanuel, Achmad Amri dan Supriyadi yang masih bertahan semuanya akan turun di kelas masin-masing. Emanuel, yang menang diskualifikasi atas Ruddi (Jambi) akan berhadapan dengan Darmo (kalteng) di perempat final kelas terbang. Demikian juga Achmad Amri di kelas berat ringan 81 kg, juga melangkah ke perempatfinal setelah menang WO atas John David dari Kalteng. Malam nanti petinju Pelatnas Jangka Panjang ini akan berhadapan dengan seniornya, Beny Elopene dari Papua. "Dia adalah senior saya di Pelatnas, sering sparring dengan saya. Mudah-mudahan saya bisa mengatasi senior saya ini," janji petinju asal Sasana Bank Buana ini. Dalam pada itu, hari keempat kemarin sempat terjadi kesalahpahaman antara ofisial dan hakim, ketika Johny dari Kalsel dikalahkan oleh Supriyadi secara kontrofersi. Padahal petinju asal Keplaan Riau ini sempat mendapat hitungan dua kali, tetapi akhirnya dinyatakan kalah angka 18-25, sehingga kubu Kalsel tidak terima atas hasil penilaian secara komputerisasi ini, seperti yang dialami petinju Jateng, Sugiri. "Komputerisasi bukan jaminan, masih tergantung pada manusianya. Bisa dilihat hasil yang dicapai oleh Sugiri (kalah 0-20, red.) bisa seperti itu. Seandainya kalah skornya tidak seperti itu, karena Sugiri cukup disegani di tingkat nasional," jelas Manajer Jateng H Tohir Sandirdjo. (C16-28) |