logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tentang Ciri Teroris

Saya menanggapi tulisan Sdr Muh Rifqi Adianta dari Tegal di Surat Pembaca, 4 Desember 2005 mengenai teroris yang tertangkap, mengamalkan ajaran menyimpang dengan menerapkan cara berpakaian menurut As Sunnah dan Alquran.

Di antaranya bagi laki-laki memakai celana di atas mata kaki, memelihara jenggot, menipiskan kumis, mengenakan kopyah/sorban. Bagi perempuan mengenakan kerudung yang menutupi dada dan baju (kurung) yang menutupi seluruh tubuh (kecuali muka dan telapak tangan).

Hal tersebut bukan hasil pemahaman menyimpang sebab jelas Hadist dan surat dalam Alquran (lihat QS An Nuur 31, Al A'raaf 26, Al Ahzab 59) yang mengatakan demikian. Umat Islam yang tahu dasar hukumnya tentu akan mengerti/memaklumi cara berpakaian seperti itu, walau mungkin belum bisa menerapkan untuk diri sendiri.

Saya imbau pembaca lebih berhati-hati menulis suatu kejadian dan tanggapilah sesuai porsinya. Opini yang tidak tepat akan memengaruhi mereka yang belum paham mengikuti apa yang ditulis.

Wiryawan S.

Ngipik Rt 15/Rw 7, Pringsurat

***

Kelas VII dan Kelas X

Sekarang SMP dimulai Kelas VII dan SMA dengan Kelas X. Kalau demikian seharusnya tidak ada lagi SD, SMP, dan SMA. Yang ada Kelas I s.d. Kelas XII dan itu merupakan satu kesatuan lembaga. Konsekuensinya Kelas VI yang memenuhi syarat "naik" ke Kelas VII dan dari Kelas IX "naik" ke Kelas X.

Sebaliknya kalau SD, SMP, dan SMA merupakan Iembaga pendidikan yang berdiri sendiri dan awal pendidikan dimulai dari Kelas I. Pepatah mengatakan: Mengaji dari alif, berbilang dari esa. Jika Depdiknas mengadakan inovasi hendaknya hal yang bermanfaat. Jangan sekadar perubahan.

Setiap perubahan akan berakibat pada masyarakat dan tentu saja juga dana yang tidak kecil. Contoh, perubahan nama SMP menjadi SLTP sekarang menjadi SMP lagi. Demikian iuga SMA menjadi SMU sekarang menjadi SMA lagi. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat papan nama, stempel, blangko, sampul dan lainnya.

Istilah ujian diganti Evaluasi Belajar Tahap Akhir, Ulangan Umum diganti Tes Sumatif. Ijazah diganti Surat Tanda Tamat Belajar. Syukurlah sekarang istilah-istilah itu sudah kembali lagi.

H Sri Suyatno

Jl Mawar II/27 Wiku I, Demak

***

Salut Pelayanan Kantor Pos Besar

Tanggal 28 Februari 2005 saya mengirimkan uang ke Kota Gresik lewat layanan wesel kantor Pos Cabang Bongsari, Jl Pamularsih Semarang. Tidak terpikirkan, wesel belum diuangkan si penerima, kalau saja beliau tidak datang ke rumah saya di bulan Oktober 2005 dan menanyakan perihal pengiriman tersebut.

Timbul keraguan, apakah keberadaan wesel masih bisa ditelusuri, mengingat resi bukti pengiriman sudah hilang dengan asumsi wesel sudah diuangkan di Gresik. Apalagi sudah 8 bulan dari tanggal pengiriman. Dengan berbekal ingat tanggal pengiriman, saya ke kantor Pos Cabang Bongsari untuk konfirmasi.

Saya kemudian direkomendasi bertemu Ibu Eny Rutriningsih, Manager PKC pada kantor Pos Besar Semarang. Dengan pelayanan menyenangkan dan memuaskan saya diterima stafnya, Bapak Damar dan saya ceritakan kronologis permasalahannya.

Kemudian ditindaklanjuti dengan berkoordinasi kantor Pos Gresik untuk menelusuri keberadaan wesel tersebut. Ternyata uang yang sudah saya perkirakan hilang, dengan sistem pelayanan yang ada di kantor Pos Besar Semarang, dapat saya terima lagi setelah dikembalikan dari kantor Pos Gresik. Terima kasih atas pelayanan kantor Pos Besar Semarang, semoga bisa terus dipelihara dan makin meningkat untuk masa mendatang.

Supriyanto SH

Jl Candi Tembaga Slt I/708, Semarang

***

Silet Goal Berhadiah

Beberapa waktu lalu saya membeli 1 dus isi 5 buah silet Goal, di toko Rita Jl Jenderal Sudirman Purwokerto.

Di label tertulis "Berhadiah", di samping ada tulisan "Temukan hadiah menarik di balik kemasan ini'. Hadiah langsung tersebut ditemukan dengan cara menggosok di balik kemasan tiap lembarnya.

Ketika saya membuka kemasan, ternyata telah digosok orang dan ada tulisan "Anda kurang beruntung". Saya penasaran, kemasan 5 buah saya buka... Eh ternyata semuanya sudah digosok. Sudah bisa ditebak semuanya bertuliskan "Anda kurang beruntung".

Masalah "Anda kurang beruntung" tersebut sih tidak gela/kecewa, sudah biasa tidak beruntung. Yang saya kecewakan, kenapa sudah digosok orang lebih dulu. Berarti kemasannya sudah dibuka dulu atau kalau itu makanan sudah dicicipi alias sisa. Lho... barang sisa kok dijual.

Sudarmadi

Jl Pasiraja 36, Purwokerto

***

Mencari Ayah

Saya mencari ayah kandung selama 33 tahun dan sampai kini belum ketemu. Sedari bayi saya diasuh oleh nenek bernama Asmaring Tilam (alm). Saya dilahirkan di Situbondo Jatim oleh Ibu Asminingsih yang biasa dipanggil Tiwul dengan ayah bernama Dwijo Subroto.

Satu harapan saya, semoga di antara ratusan ribu pelanggan Suara Merdeka ada yang mengetahui keberadaan ayah tersebut dan saya bisa dipertemukan kembali.

Yulianti Prihatiningrum

Pasirian Rt 2/Rw 6, Lumajang

***

Guru

Seorang teman meminta saya memberi les privat kepada dua anaknya yang duduk di kelas 1 SMP dan kelas 1 SMA. Rupanya dia tidak percaya lagi kepada guru sekolah anaknya yang sering meninggalkan kelas dan hanya memberi catatan serta tugas.

Pada hari yang lain seorang guru yang mendekati masa pensiun nggresula bahwa guru sekarang tidak seperti saat beliau muda dulu. Banyak guru muda terlalu santai dan tidak punya komitmen tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Hanya segelintir yang mau mencurahkan waktu sepenuhnya untuk anak didiknya.

Di kesempatan lain ada teman guru berkata, anak-anak sekarang tak punya rasa hormat kepada para guru dan sulit diajak berdisiplin. Akhirnya timbul istilah iso karepmu ra iso yo karepmu, terhadap anak didiknya yang agak "rewel". Sebab mau njewer sedikit takut digruduk wali murid dan diseret ke kantor polisi.

Segala hujatan dan keluhan takkan terdengar jika semua pihak bisa memahami posisi masing-masing. Seyogianya seseorang sebelum memutuskan menjadi guru, harus memahami bahwa profesi ini adalah pengabdian. Ilmu tak perlu ditandingkan dengan uang, harta, tanda jasa dan segala kemewahan duniawi.

Begitu pun masyarakat dalam hal ini keluarga, ikut membangun mental anak-anaknya dengan budi pekerti dan unggah-ungguh agar bisa menghormati sesama apalagi terhadap gurunya. Setinggi-tingginya kedudukan seseorang, dulu dia bisa mengeja kata juga dari jasa para guru.

Yang tak kalah penting, sikap pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para guru. Jika pemerintah bisa bersikap lebih sayang, peduli dan adi, niscaya mereka lebih sayang pada profesinya. Semoga UU Guru bisa menjadikan para pendidik makan enak dan tidur nyenyak. Tak salah dong jika para guru (PNS) berteriak: "Selamat datang kesejahteraan".

Indra Ari

Bakalrejo Rt 5/Rw I Guntur, Demak

***

Tentang PKB

Saya mohon maaf kepada Bapak Muhaimin dan Pak Alwi Sihab kalau tidak berkenan. Saya bukan kader PKB juga bukan anggota NU, hanya simpatisan. Saya merasa prihatin atas kemelut yang ada. Ingat pemilu tinggal 3 tahun lagi, kalau sampai 2009 PKB masih terpecah, mungkin para simpatisannya akan golput.

Yang rugi jelas PKB. Partai mana pun tidak bisa mengandalkan hanya suara kadernya saja yang jumlahnya terbatas. Karenanya jangan remehkan dukungam simpatisan nonpartai yang jumlah jutaan orang. Diharapkan 3 bulan mendatang PKB sudah islah.

Saya usulkan para tokoh kedua belah pihak bertemu sebagai sesama muslim secara pribadi dengan meninggalkan atribut kepartaian. Pertemuan dirahasiakan agar tidak di-blow up media. Landasan pijak adalah ukhuwah islamiah untuk kepentingan bangsa.

Pemilu 2009 harus menghasilkan pimpinan negara yang berlatarbelakang agamis, moderat. Rakyat sudah jenuh dengan partai sekuler, sebab selama 60 tahun kemerdekaan tak ada kemajuan signifikan. Pemimpin yang berlatar belakang agamis akan dapat membawa rakyat hidup di jalan Allah SWT.

Ingat partai yang tidak memiliki simpatisan besar, tidak akan unggul. Slogan simpatisan adalah partai no, tokoh kharismatik yes. Jadi perpecahan PKB belakangan ini bukan musibah melainkan rahmat Allah. Saya kutip kata Gus Dur beberapa waktu lalu: "Gitu aja kok repot". Selamat bersatu kembali.

Sudarjo

Jl S.Parman 61, Purwokerto


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA