logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 NASIONAL
Line

Senjata Standar Kopassus SS-1 Segera Diganti SS-2

SOLO - Sejumlah peralatan tempur pasukan para komando (parako) Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartasura, bakal diremajakan atau mengalami penggantian. Di antara persenjataan yang diganti senapan serbu standar SS-1 buatan Pindad, yang sudah dipakai 16 tahun.

Selain peralatan tempur, fasilitas rumah dinas, serta tempat latihan pasukan di markas itu juga segera dibangun. Janji itu diungkapkan rombongan anggota DPR RI yang dipimpin Soetadji MM, saat meninjau markas pasukan para komando yang baru saja pulang bertugas di Aceh itu.

"Kami harapkan, satuan yang sudah kami kunjungi diprioritaskan penggantian senjata yang lebih canggih serta penambahan fasilitas latihan dan perumahan," tutur Permadi SH, didampingi Soetadji di Markas Kopassus Grup 2 Parako Kandang Menjangan, Kartasura, kemarin.

Sebelum meninjau Kopassus, para anggota Komisi I DPR RI terdiri dari Soetadji, Permadi, HA Afifudin, Sidarto Danusubroto, Sabam Sirait, Djoko Susilo, serta HM Subky Risya juga meninjau AAU Yogyakarta serta Batalyon Armed di Magelang. Selama kunjungan, para wakil rakyat didampingi Kasdam IV/Diponegoro Brigjen Rosyid GT, Danrem 074 Warastratama Kol Inf Tisna Komara, serta Dan Grup 2 Kopassus Kol Inf Sunindyo. Saat melakukan peninjauan ke kompleks asrama dengan jip Defender, para tamu disuguhi demonstrasi menembak dan bela diri tangan kosong.

Menurut Permadi, dengan segala kekurangan yang ada, komisinya merekomendasikan agar Dephankam segera memprioritaskan penggantian persenjataan untuk pasukan terlatih itu.

Kolonel Sunindyo mengatakan, saat ini persenjataan tempur standar yang dipakai Kopassus adalah jenis SS-1 buatan Pindad Tahun 1989 sebanyak 1.467 pucuk. Senjata itu akan digantikan jenis SS-2 buatan Pindad yang lebih baik dan memiliki kelebihan dibanding generasi sebelumnya.

Sarana Latihan

"Memang sudah saatnya Kopassus mengganti senjata standar SS-2," tutur Sabam Sirait, saat meninjau senjata standar pasukan elite itu. Kopassus, selain menggunakan SS-1, juga menggunakan senjata Styer buatan Austria, M-16, dengan Grenade Launch Machine (GLM) M203, senapan Ultimax buatan Singapura, senapan mesin ringan buatan Belgia, senapan runduk sniper AW 7719 kal. 7,62 (berperedam), AW 7269, pistol sig sauer 226 dan 223, serta senapan Galil kal. 7,62 buatan Israel. Senapan Galil memiliki keistimewaan pada larasnya. Meski dipakai menembak ribuan kali, hasil tembakannya tetap akurat. "Karena bahan metal yang dipakai untuk larasnya bermutu baik," tutur seorang instruktur persenjataan di pasukan itu.

"Selain kebutuhan persenjataan, Kopassus masih membutuhkan sarana latihan. Kami belum memiliki tempat latihan swing landing, itu kebutuhan yang paling penting bagi pasukan," tutur Kol Sunindyo.

Kopassus juga masih membutuhkan 589 unit fasilitas perumahan untuk prajurit, sedangkan saat ini dari sejumlah anggota pasukan, sekitar 149 tinggal di luar asrama. Melihat kenyataan itu, rombongan anggota Komisi I DPRD RI sepakat menyampaikan kepada Dephan dan Depkeu untuk memprioritaskan kebutuhan peremajaan senjata serta pembangunan sarana dan prasarana untuk pasukan terlatih itu. (san,nin-29h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA