| Kamis, 15 Desember 2005 | NASIONAL |
Januari, Subsidi Kompensasi BBM Cair
SEMARANG - Subsidi langsung tunai (SLT) diperkirakan baru akan cair pada Januari 2006. Saat ini baru tujuh kabupaten yang melakukan pendataan verifikasi tahap satu dan Kabupaten Semarang masih satu-satunya yang masuk verifikasi tahap II. "Data selesai paling cepat akhir Januari, supaya tidak terlalu tergesa-gesa. Proses verifikasi menyita waktu cukup lama. Persiapan kartu misalnya, butuh 3-4 hari, penyerahan ke Jakarta perlu 10-12 hari, dan cetak proses bisa sampai 14 hari," ujar Teguh Pramono, Ketua Penanggung Jawab Pendataan Sosial Ekonomi Penduduk Jateng, kemarin. Sejumlah kota/kabupaten yang saat ini telah melakukan verifikasi tahap pertama adalah Kabupaten Semarang, Banjarnegara, Karanganyar, Blora, Rembang, Brebes, dan Kota Tegal. Pada tahap tersebut, hak calon penerima yang terdaftar akan dibatalkan bila diketahui memiliki kendaraan bermotor. Dari daftar awal, pada seleksi tahap ini calon penerima yang dibatalkan berkisar 30% hingga 50%. Di Kabupaten Blora misalnya, jumlah warga miskin awalnya mencapai 89.554 KK, setelah diseleksi tinggal 53.732 KK. Jumlahnya berkurang 16.841 atau sekitar 31,34%. "Pemilik kendaraan bermotor sebenarnya sudah mendapatkan subsidi BBM sebesar Rp 900-Rp 1.000 per liter. Warga miskin yang berhak menerima adalah yang benar-benar miskin. Di beberapa daerah, verifikasi tahap akhir bahkan dilakukan aparat desa bersama warga setempat," imbuh dia. Keterlibatan warga, lanjut dia, ternyata lebih menguatkan pendataan karena mereka lebih mengetahui dengan jelas tetangga yang layak menerima kompensasi. Di sisi lain, persoalan pendataan cukup rawan, sehingga membutuhkan keberanian petugas lapangan. Itu sebabnya, Gubernur Jateng Mardiyanto menginstruksikan agar kepolisian mengamankan petugas pendataan. Dibandingkan penyaluran tahap pertama bulan November lalu, angka KK miskin kali ini tercatat lebih rendah. Bulan lalu, jumlah KK miskin mencapai 2,708 juta dan yang dibatalkan sekitar 41.500 KK. Secara keseluruhan, jumlah KK miskin yang terdaftar bulan ini tercatat 2,519 juta. Jumlah itu akan melalui tiga tahapan verifikasi. Berdasar data Pemprov Jateng, jumlah penduduk miskin tahun 2003 tercatat 6,98 juta atau 21,78% dari total penduduk dengan daya batas miskin sebesar Rp 119.403 per kapita. Pada tahun 2004 jumlah itu menjadi 6,8 juta atau 21,11% daya batas miskin Rp 126.651 per kapita. (H12-60v) |